Lewat KKN, Mahasiswa Unsika Akan Gencarkan Bank Sampah

KARAWANG-Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi salah satu kegiatan pengabdian masyarakat sebagai pilihan yang baik untuk mewujudkan sinergitas antara mahasiswa dan masyarakat, terlebih untuk masyarakat di pedesaan. 

Seperti halnya yang dilakukan mahasiswa KKN 2019 Universitas Singaperbangsa Karawang tepatnya di Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang. Komunitas Sahabat Batujaya Bersatu (SBB) yang bergerak di bidang lingkungan hidup dan sosial pun menjadi salah satu sasaran mahasiswa.

Terbagi menjadi 10 Desa, kali ini perwakalian mahasiswa dari tiap desa pun mendatangi Bank Sampah SBB Mandiri untuk melaksanakan studi banding yang berlokasi di Dusun Gamprit RT 016/005, Desa Kutaampel, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang.

Dalam kegiatan ini turut hadir Ketua Komunitas SBB Wasim Mursalim, Sekjen SBB Ahamd Khoirudin, Bendahara Bank Sampah Ismail sekaligus tuan rumah dan Koordinator Desa (Kordes) KKN UNSIKA dari sepuluh Desa yang ada di Kecamatan Batujaya.

Ketua SBB penggagas Bank Sampah SBB Mandiri, Wasim Mursalim, dalam pemaparannya didepan para Peserta KKN menjelaskan bahwa Bank Sampah didirikan dengan tujuan mengurangi serta memanfaatkan sampah-sampah yang sifatnya berbentuk plastik untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Melalui Bank Sampah ini, diterapkan dengan cara sistem tukar yakni seperti menabung dengan cara menukarkan sampah plastik menjadi uang dalam bentuk tabungan.

"Saya berharap, agar adik-adik mahasiswa dari UNSIKA bisa mendirikan Bank Sampah di setiap Desa yang ada di Kecamatan Batujaya, sehingga bisa mengurangi sampah-sampah plastik," ujarnya, Sabtu (6/7/2019).

Sementara itu, Koordinator Peserta KKN UNSIKA, Hendra mengatakan, hasil dari studi banding ini berupa rencana sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencarian nasabah Bank Sampah yang akan dilaksanakan sekitar 2 minggu sekali. Serta untuk sistem penarikan tabungan dilakukan setiap 1 bulan sekali.

Hendra menambahkan, untuk mengetahui mana saja warga yang terdaftar sebagai nasabah Bank Sampah, akan diberikan sebuah stiker yang dapat ditempel didepan rumah. Tak hanya itu, nasabah Bank Sampah juga akan diberikan buku tabungan untuk mengontrol pemasukan bagi setiap sampah plastik yang ditukarkan.

"Diharapkan dengan adanya peserta KKN UNSIKA khususnya seluruh jajaran di Kecamatan Batujaya ini, dapat mengembangkan Bank Sampah agar terlaksana di seluruh desa," pungkas Hendra. (wins).

Tags:

Berita Terkait

Related News