Dukung Bamsoet, Ketua DPD Golkar Cirebon Dicopot

JAKARTA,- Jelang pemilihan Ketua Umum yang menjadi salah satu agenda Musyarawarah Nasional, internal Partai Golongan Karya kembali gonjang-ganjing.

Ketua DPD Golkar Cirebon Toto Sunanto, dicopot lantaran memberikan dukungannya pada Wakil Koordinator Bidang Pratama Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Bambang Soesatyo.

Dalam keterangan resminya, Bambang Soesatyo menilai kabar pencopotan Toto Sunanto dari jabatan Ketua DPD Golkar Cirebon diduga terkait pilihan politik bukanlah hal yang baik bagi iklim demokrasi di tubuh partai tersebut.

"Itu, yang kami sesalkan dan kami meminta praktik seperti itu dihentikan. Tidak bagus dan tidak memberikan contoh yang baik bagi Partai Golkar ke depan," kata pria yang akrab disapa Bamsoet ini, Minggu (7/7/2019).

Menurut Bamsoet, pemberian dukungan kepada salah satu calon dalam Munas Golkar mendatang, termasuk untuk dirinya, seharusnya disikapi bijak sebagai bagian dari dinamika demokrasi di dalam tubuh partai.

"Karena kalau kita mendukung demokrasi, maka apa pun yang daerah lakukan untuk soal dukung mendukung itu diterima saja sebagai suatu realitas. Itu kan bagian dari demokrasi," ujar pria yang kini juga menjabat Ketua DPR tersebut.

Sementara itu, menanggapi informasi bahwa pencopotan Toto itu karena ada dorongan dari bawah, Bamsoet menilainya sebagai alasan ganjil.

"Bisa kita cek benar enggak suara dari bawah itu. Kalau soal itu benar, berarti bisa mengefek ke pusat juga karena semua daerah menginginkan pembaharuan. Saat ini sudah banyak daerah yang menginginkan dilaksanakan Munas," tandasnya.

Toto sendiri mengaku diberhentikan dari posisi Ketua DPD Golkar Kota Cirebon oleh DPD Golkar Provinsi Jawa Barat. Kini, posisi tersebut diisi Lili Eliyah yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Golkar Cirebon.

Toto lantas menduga pemberhentian dilakukan lantaran mendukung Bambang Soesatyo sebagai ketua umum Golkar menggantikan Airlangga Hartarto. Dia mengaku memang pernah menyatakan dukungan saat bicara di hadapan wartawan.

"Tanggal 28 Juni saya bikin statement. Kurang lebih seminggu kemudian saya dapat kabar diberhentikan," ucap Toto.

Toto mengungkapkan pertama kali mendapat kabar dicopot dari Ketua DPD Cirebon melalui media massa. Dia lalu menghubungi Sekretaris DPD Golkar Jawa Barat Ade Barkah Surahman untuk mengklarifikasi kabar yang beredar.

Menurut Toto, ia merasa janggal karena penjelasan yang diperoleh ia diberhentikan dengan alasan periodisasi.

"Dalam SK kepengurusan masa jabatan saya sebagai Ketua DPD Golkar Cirebon adalah hingga 2020," pungkasnya. (nie/*)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News