Kreatif, Secara Swadaya Warga Cirebon Buat Palang Pintu KA

CIREBON-Kerap terjadinya kecelakaan diperlintasan Kereta Api (KA), masyarakat Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon berinisiatif membangun palang pintu KA secara swadaya.

Palang pintu perlintasan KA yang dibangun oleh masyarakat Desa Guwa Lor itu dioperasikan secara manual menggunakan tali tambang untuk menutup dan membuka palang pintu.

Dikatakan Ketua RW 14 Desa Guwa lor, Rokhmat (60), penjagaan lintasan KA di lokasi tersebut bermula dari rencana pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang akan menutup jalan warga yang menyeberangi perlintasan KA di blok tersebut beberapa bulan lalu. Hal tersebut dengan alasan karena dinilai ilegal.

"Awalnya, pada pertengahan bulan puasa kemarin jalan ini akan ditutup oleh PT KAI. Sedangkan masyarakat desa ini, khususnya petani sangat membutuhkan jalan itu. Sehingga, secara suka rela warganya bergantian menjaga perlintasan KA selama 24 jam nonstop,“ ujar Rokhmat, Selasa (9/7/2019).

Untuk meringankan beban para penjaga pintu perlintasan, pembuatan palang pintu ini dibuat secara manual yang bisa dikendalikan dari jarak jauh. Cara yang digunakan pun berupa palang pintu yang ditarik menggunakan tali tambang. 

"Dana yang digunakan dari hasil swadaya untuk membuat satu pasang palang pintu itu Rp 1,5 juta,“ bebernya.

Selain membangun palang pintu, warga juga merencanakan akan membangun pos untuk tempat para penjaga perlintasan. Agar rencana tersebut segera terealisasi, Ia meminta dukungan dari Pemdes setempat dan pihak terkait demi kelancaran proses pengamanan perlintasan KA.

“Sejauh ini, upaya warga itu belum ada perhatian dari Pemdes setempat. Semua berjalan atas inisiatif dan swadaya masyarakat saja,“ tambahnya.

Sebelumnya, lanjut Rokhmat, di lokasi perlintasan tersebut kerap terjadi kecelakaan. Dalam satu tahun, 2 sampai 3 kecelakaan selalu terjadi.

"Lokasi perlintasan ini berada di blok Ritanjang atau di KM 191. Ini menghubungkan masyarakat Guwa Lor di Blok Bedeng dan untuk bolak balik mengangkut hasil bumi," pungkasnya. (abr).

Tags:

Berita Terkait

Related News