Embung Geyongan Kering, 3 Kecamatan Terancam Gagal Panen

CIREBON,- Keringnya embung di Desa Geyongan, Kecamatan Arjawinangun, membuat gagal tanam di tiga kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Cirebon bagian barat.

Tiga kecamatan yang terdampak gagal tanam akibat keringnya embung itu, diantaranya Kecamata Arjawinangun, Gempol, dan Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon.

Pasalnya embung yang ada di Desa Geyongan itu merupakan sumber air untuk beberapa desa di tiga kecamatan tersebut.

Sutadi salah seorang warga Desa Winong mengungkapkan embung yang seluas 4 hektar tersebut, merupakan andalan para petani untuk mengairi area sawahnya dan kebutuhan warga pada beberapa desa diwilayah itu.

"Saat ini embung itu sudah tidak berair lagi, sehingga membuat para petani kebingungan, karena sawah garapanya dipastikan gagal panen," katanya, Kamis (11/07/2019)

Semenjak embung itu kering, lanjut Sutadi, petani hanya mengandalkan tata gilir air yang sudah disepakati bersama.

"Kita hanya mengandalkan air dari saluran irigasi sungai Ciwaringin, dengan cara bergiliran untuk mengambil air itupun dilakukan 15 hari sekali," katanya.

Saat mulai medapatkan giliran air, dirinya dan perangkat desa setempat melakukan pengawalan air dari sungai Rajagaluh hingga sungai Walahar sampai ke saluran sungai masuk ke wilayahnya yang memakan waktu 24 jam.

"Agar air bisa sampai ke wilayah sungai kita, harus dikawal. Karena saat ini musim kemarau bisa saja di tengah jalan disedot warga lain, karena hanya satu hari kemudian kembali gilir desa lainnya, "katanya.

Dijelaskan Sutadi dalam sebulan kedepan tidak ada air maka dipastikan tanaman padi akan mengalami gagal panen.

"Kalau sampai tidak ada air hujan atau air lagi di embung itu petani akan merugi karena tanaman padi tidak akan tertolong, dipastikan akan mengalami gagal panen, karena saat ini tanaman padi baru berumur 60 hari," tandasnya. (abr)

Tags:

Berita Terkait

Related News