Puluhan Kecamatan Di Kabupaten Cirebon Terancam Krisis Air Bersih

CIREBON,- Musim kemarau sebanyak 23 Kecamatan di Kabupaten Cirebon, terancam alami kekeringan dan krisis air bersih.

Hal itu dikatakan oleh Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman menjelaskan, dari 23 kecamatan tersebut, terdapat 63 desa yang berpotensi krisis air bersih.

"Tahun ini kita sudah mengirim surat ke camat untuk mengirim data potensi kekeringan dan sudah masuk beberapa dan kalau lihat tahun sebelumnya hampir ada di sekitar 23 kecamatan potensi kekeringan ini dan 63 desa yang berpotensi," katanya. Rabu (17/07/2019)

Menurutnya, potensi krisis air bersih terjadi karena kekeringan pada tahun ini cakupan wilayahnya lebih luas dibandingkan tahun sebelummya.

"Untuk saat ini beberapa desa yang sudah mengajukan bantuan air bersih diantaranya Desa Kreyo, Klangenan, Slangit, Gebang Ilir, Greged dan Waled.

Selain penyaluran air bersih, lanjut Eman, solusi lainnya untuk mengurangi dampak krisis air bersih adalah membuat sumur pantek. Namun sumur pantek ini memiliki resiko yang tinggi terhadap lingkungan sekitar.

"Solusinya kita harus membuat sumur pantek, akan tetapi terdapat resiko yang tinggi terhadap lingkungan, "katanya.

Lebih lanjut, kata Eman, saat ini pihaknya giat lakukan penyaluran air bersih kepada sejumlah warga yang terdampak krisis air bersih.

"Kita sudah kirim air bersih ke Desa Babadan, Kecamatan Gunungjati, Desa Greged Kabupaten Cirebon. penyaluran air bersih itu untuk memenuhi kebutuhan MCK dirumah warga sekitar, "tandasnya. (abr)

 

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News