Mengintip Euforia Warga Purwakarta Peringati Haul Mama Sempur

PURWAKARTA-Peringatan haul diadakan setahun sekali bertepatan dengan wafatnya KH. Tubagus Ahmad Bakri bin Tubagus Seda atau lebih dikenal dengan sebutan Mama Sempur. 

Seperti yang diketahui, peringatan haul ini diadakan karena adanya tujuan penting yaitu mengenang jasa dan hasil perjuangan para tokoh terhadap tanah air, bangsa serta umat dan kemajuan agama Allah.

Mama Sempur yang merupakan salah satu tokoh ulama terbesar di Jawa Barat, berlokasi di Desa Sempur Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. Peringatan haul ini pun mulai ramai dipadati para perziarah yang berasal dari berbagai daerah.

Dengan memanfaatkan tanah kosong, warga sekitar dan sejumlah pedagang yang berasal dari luar Purwakarta pun ikut memeriahkan dengan membangun lapak. Harga sewa lapak yang terbuat dari bambu itu, disewakan dengan harga bervariatif mulai dari Rp 400 ribu hingga jutaan rupiah tergantung jarak dan luas lapak.

"Lapak jualan yang lokasinya makin dekat ke Makam Mama Sempur harga sewanya makin mahal. Lahan milik saya ini hanya cukup empat petak dan saya sewakan Rp 500.000 ribu perpetak karena lokasinya cukup jauh," ujar Mijun (52) salah satu warga setempat, Jumat (19/7/2019).

Berdasarkan pantauan Portaljabar.net di lokasi, para pedagang pun mulai ramai menjajakan barang dagangan. Mereka mengaku berjualan lebih awal agar mendapatkan untung lebih pada acara tersebut.

Hal tersebut turut diungkapkan Sumohadi (37) salah seorang pedagang. Menurutnya, lapak jualan yang dirinya tempati berukuran sekitar lima meter dengan harga Rp1.000.000 permeter.

"Saya sudah satu minggu jualan di sini memanfaatkan keramaian para peziarah yang mulai berdatangan. Setiap Haul Mama Sempur, saya berjualan di sini, ini tahun keempat saya berjualan," ujarnya.

Tak hanya itu, tidak sedikit pula warga setempat menyulap halaman rumah yang berada di tengah pemukiman warga dijadikan lahan parkir kendaraan.

Adapun puncak acara peringatan mengenang hari wafat Mama Sempur jatuh pada 27 hapit atau sekitar 20 Agustus. Selama Haul berlangsung, wilayah Desa Sempur berubah menjadi lautan manusia. (rhu).

Tags:

Berita Terkait

Related News