Waspadai Paham Khilafah Dan Pemfosilan Ajaran Sukarno

BANDUNG-Komunitas Rumah Marhaen Indonesia dapatkan kesempatan spesial dengan kedatangan sosok ibu Sukmawati Sukarnoputri. Kedatangannya tersebut, dalam rangka deklarasi Bandung Menggugat yakni menolak paham khilafah dan pemfosilan ajaran Bung Karno di situs Penjara Banceuy Sukarno, Bandung.

Deklarasi ini turut dihadiri Ormawa Cipayung se-Kota Bandung, elemen masyarakat serta para tokoh nasional. 

Komisioner Rumah Marhaen Indonesia, bung Anas Buchorie mengatakan, kegiatan Bandung Menggugat adalah suatu refleksi atas menyebarnya paham ekstremis agama di Indonesia yang terus digemborkan oleh Hizbut Tahrer di masyarakat bawah.

"Meskipun mereka sudah dibubarkan, akan tetapi doktrinasi paham khilafah selalu disemai oleh anggota anggotanya," ujar Anas Buchorie pada Portaljabar.net, Minggu (21/7/2019).

Tak sampai di situ, deklarasi ini juga di isi sesi monolog Sukarno oleh ibu Sukmawati sebagai satu dari tiga kegiatan selain diskusi dan orasi gugatan dari setiap elemen dari tokoh yang hadir seperti Budi Djarot dari Komunitas Jaga Indonesia, Pengurus Wilayah NU Jawa Barat.

Puncak dari deklarasi "Bandung Menggugat" adalah semua elemen dan tokoh nasional menyepakati poin arah juang kedepan yang di gagas Rumah Marhaen Indonesia, di antaranya sebagai berikut :

1. Meyakini Pancasila sebagai dasar negara dan jalan hidup bersama, berbangsa dan bernegara.

2. Menentang segala bentuk ajaran ekstrimisme agama yang disebarkan oleh organisasi yang berafiliasi dengan Hizbut Tahrer dan Wahabisme Internasional.

3. Bergotong royong dengan seluruh elemen nasional untuk mereindoktrinasi paham Khilafah, Wahabisme yang sudah menyebar ke generasi bangsa Indonesia.

4. Memaksimal upaya preventif, antisipatif, dan proaktif membela dan melindungi Pancasila dari berbagai upaya pengkhianatan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ektrimisme agama.

5. Menempatkan kesetiaan dan kecintaan kepada tanah air Indonesia sebagai bagian dari keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Terakhir, turut ditambahkan bung Dani Ramdani selaku Ketua Pelaksana, kegiatan ini diharapkan sebagai momentum elemen dan tokoh nasional saling bahu membahu menjaga ideologi Indonesia.

"Dengan mengumpulkan kekuatan elemen nasional dan tokoh-tokoh nasional Indonesia, bertujuan mengcounter serta mereduksi paham dan ajaran tentang khilafah yang hari ini masih masif dilakukan oleh ex-HTI. Serta membangkitkan ajaran Sukarno, khususnya di Kota Bandung," tutupnya. (yos).

Tags:

Berita Terkait

Related News