Plt Bupati Cirebon: Ambil Hikmahnya Dari Musibah Yang Menimpa Turini

CIREBON-Turini (43) Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang berhasil dipulangkan Pemerintah, mendatangi Kantor Bupati Cirebon. Kedatangan Turini itu disambut hangat oleh Plt Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, di ruang rapat Bupati, Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (23/7/3019).

Dalam pertemuan tersebut, suasana haru mewarnai pertemuan Turini dan keluarga dengan jajaran Pemkab Cirebon. Bahkan, Plt Bupati tampak tersedu menitikkan air mata saat menyambut TKW yang sempat mendapat perlakuan tidak manusiawi dari majikannya di Arab Saudi itu.

Plt Bupati Cirebon, Imron Rosyadi menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu Turini kembali ke kampung halaman. Dari kejadian tersebut, kata Imron, ada hikmah yang bisa diambil oleh seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon.

Baca Juga: Cerita Turini, TKW Asal Cirebon Yang Berjuang Hidup Selama 21 Tahun

"Kita ambil hikmahnya agar masyarakat harus ikuti aturan yang sudah ditentukan. Ketika hendak bekerja, baik sebagai assisten rumah tangga maupun lainnya di luar negeri," ujarnya. 

Kepada Turini dan keluarganya, Plt Bupati meminta agar menggunakan uang yang didapat untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. 

"Alhamdulillah, hak-haknya sudah diberikan oleh majikan. Saya minta agar uang digunakan untuk yang lebih bermanfaat lagi, jangan untuk berfoya-foya," tambahnya.

Selain itu, lanjut Imron, pihaknya tidak melihat atau mendengar kabar TKW lainnya di Kabupaten Cirebon yang mengalami nasib serupa dengan Turini.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Turini Hingga Berujung Haru

"Tapi kalau media mengetahui ada permasalahan yang menimpa masyarakat kami, cepat informasikan kepada kami. Karena saya tahu kondisi Turini juga dari media. Makanya, saya cepat intruksikan kepada sekda, kadisnakertrans agar segera ikut membantu proses kepulangan Turini," bebernya.

Untuk mengantisipasi agar hal serupa tidak terjadi lagi, pihaknya akan lebih gencar lagi melakukan sosialisasi hingga ke tingkat desa-desa di Kabupaten Cirebon. 

"Kami lakukan antisipasi melalui sosialisasi agar jangan sampai terjadi seperti ini. Dan kalau tidak terpaksa-terpaksa sekali, sebaiknya jangan ke luar negeri," tutupnya. (abr).

Tags:

Berita Terkait

Related News