Surat Pengumuman Hasil  Calon Perangkat Desa Sukamukti Menuai Kritik

BANJAR,- Surat Pengumuman Hasil  Calon Perangkat Desa Sukamukti  Nomor : 006/PAN/Ds/2019 pada tanggal 26 Juli 2019 yang mengumumkan ES menjadi peserta seleksi penyaringan yang mendapatkan nilai tertinggi pada  Penyaringan Perangkat Desa Unsur Ke wilayah (Dusun Tembungkerta) dengan capaian nilai 5.320 Point yang mengungguli satu peserta lainnya FH yang hanya mendapatkan nilai 4.840 menambah deretan komposisi Perangkat Desa mantan Direktur BUMDES . Diketahui ES saat ini tercatat dan aktif sebagai Direktur BUMDES Desa Sukamukti dan Ketua RW 09 Dusun Tembungkerta.

Dari  informasi yang dihimpun oleh portaljabar.net bahwa pada Penyaringan Perangkat Desa Sukamukti pada tahun 2017 lalu ES  yang saat ini menjabat sebagai Kaur Perencanaan Desa juga  merupakan eks Direktur BUMDES yang sempat mengundurkan diri lalu kemudian mengikuti seleksi Penyaringan Perangkat Desa di Tahun 2017 dan dinyatakan lolos.

Hal seperti ini sontak menimbulkan pertanyaan besar dari semua kalang masyarakat tak terkecuali tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Iri Bohari Tokoh Mayarakat dan Tokoh Agama di lingkungan RT.05/RW.10 Dusun Tembungkerta  Desa Sukamukti menilai hasil seleksi ini sebagai Formalitas dan setingan Panitia Penyaringan semata .

“Masih banyak pertanyaan besar dikepala saya tentang hasil pengumuman penyaringan perangkat Desa Unsur Kewilayah Tembungkerta ini. Pasalnya yang lolos seleksi merupakan bagian dari Pamong Desa yang kesehariannya berada diligkungan Desa,” tuturnya kepada portaljabar.net  Senin(29/07/19)

Ia mengaku kecewa dengan hasil penyaringan ini . Iri beranggapan Panitia Penyaringan dinilai tidak objektif dan tidak netral.

“Saya masih ingat apa yang disampaikan Kepala Desa Sukamukti Pada saat memberikan sambutan dalam acara Pengajian Bulanan Desa kemarin Mingggu(28/07/19) di Mesjid Nurun Nisa RT.05/RW.10 Dusun Tembungkerta. Dalam sambutannya Kepala Desa menyampaikan bahwa hasil penyaringan Calon Perangkat Desa Unsur Kewilayahan akan diumumkan hari Senin(29/07/19) dan panitia akan melakukan rapat rekapitulasi penilaian dan pleno. Tetap tadi saya lihat di titik mangsa surat pertanggal 26 Juli 2019. Dari hal sepele itu juga menimbukan pertanyaan bagi saya,” paparnya

Iri beranggapan sekalipun Panitia dan Pihak Desa sudah menyatakan akan bersikap netral , tapi pada peraktik – peraktiknya dilapangan jauh seperti yang diharapkan.

Senada dengan hal itu Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT)  Jadimukti Desa Sukamukti  Nanu Nugraha yang juga merupakan eks Ketua Karangtaruna Jadimukti Desa Sukamukti masa Bakti 2017-2019 juga tidak memungkiri dalam peraktek – peraktek dilapangan  aspek keamanan dan kondusifitas internal Pemerintahan Desa juga sering menjadi momok dan hantu bagi siapun masyarakat yang ingin masuk kepada bagian internal Pemerintahan Desa.

“Banyak rahasia besar yang belum saya bisa pecahkan tentang Desa ini. Perlu adanya pengawalan dan pendampingan ekstra dari semua masyarakat terhadap kinerja aparatur pemerintah desa dari seluruh element masyarakat”, ucapnya

Terkait penyaringan perangkat desa unsur kewilayah Nanu tidak banyak berkomentar dan hanya tersenyum saat diwawancarai. Namun ia menyoroti soal hasil rekapitulasi nilai penyaringan  kategori Prestasi dan Dedikasi.

“Saya terus terang bingung dengan rekap nilai di kategori Prestasi dan Dedikasi nilainya sama sama 850 point . yang jadi acuan penilaianya apa?,” ujarnya

Nanu menilai bahwa panitia tidaklah objektif dalam menilai . Diketahui FH dan ES dalam Prestasi dan Dedikasi sangat jauh berbeda.

“Saya tahu kualitas dan prestasi FH karena saya lama di Karangtaruna di damping dia. FH sudah berprestasi sampai ke tinggkat Provinsi dan Nasional Leadership nya juga tidak kita ragukan. Mustahil rasanya jika nilai Prestasi dan Dedikasinya disama ratakan dengan ES yang baru tahun tahun kemarin aktif di Desa dan sampai 
saat ini dalam menjabat sebagai Ketua RW dan Direktur BUMDES pun belum menunjukan prestasinya “, Tandasnya

Nanu juga menambahkan jika kejadian seperti ini dibiarkan begitu saja akan menjadi kebiasan buruk yang mendarah daging digenerasi yang akan datang. (YOS)
 

Tags:

Berita Terkait

Related News