Pengembangan Antariksa Terkendala Anggaran

BANDUNG,- Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin berharap Pemerintah Indonesia dapat mengucurkan anggaran lebih untuk pengembangan antariksa.

Ia membandingkan dengan India yang kini  mengalami kemajuan ekonomi yang pesat berkat pemanfaatan teknologi antariksanya.

"Pemerintah India mengucurkan anggaran tidak terbatas, karena pengembangan antariksa justru diusulkan oleh sektor yang lain seperti pertanian atau aspek kebencanaan. Sudah ada kesadaran antariksa ini mahal tapi memberi kontribusi yang besar untuk pembangunan," kata Thomas usai pembicara dalam Seminar Nasional Kebijakan Penerbangan dan Antariksa 2019 di Kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur, Bandung, Selasa (13/8/2019).

Thomas menerangkan, teknologi antariksa bisa memberikan jangkauan luas. Misalnya saja dalam hal penggunaan satelit untuk menyediakan sambungan internet bagi daerah terpencil.

Sambungan internet mampu menghadirkan layanan kesehatan dan pendidikan yang optimal bagi masyarakat. Satelit juga bermanfaat untuk pengawasan wilayah Indonesia yang luas. Keterbatasan pesawat dan drone bisa diatasi oleh satelit.

"Ini yang harus didorong, keantariksaan walaupun mahal tapi bisa dicapai asal ada komitmen bersama," katanya.

Ia mengatakan, setelah UU Keantariksaan, pemerintah telah menerbitkan rencana induk keantariksaan 2016-2040. Rencana induk itu menjadi landasan untuk merumuskan kebijakan yang bisa mempercepat pemanfaatan antariksa untuk pembangunan Indonesia.

"Kami ingin rencana induk itu segera terwujudkan," kata Thomas

Sementara, Ketua Indonesian Centre for Aid and Space Universitas Padjadjaran Atip Latipulhayat mengatakan, pemanfaatan dan pengembangan sumber daya antariksa membutuhkan teknologi tinggi dan berbiaya besar.

Negara, kata Atip, menjadi pelaku utama dalam pengembangan antariksa.  

"Sekarang pemerintah perlu menguatkan lagi kebijakan kebijakan di bidang keruangkasaan ini dengan memberikan ruang dan kesempatan kepada putra putri Indonesia mendalami space teknologi karena sumber daya manusia kita masih terbatas. Pemerintah harus memberi perhatian, utamanya untuk anggaran," tandasnya. (nie/*)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News