Pelaku Kejahatan Seksual Anak Di Kupang Terancam Penjara 20 Tahun

JAKARTA,- Komnas Anak mendesak kepada Polres Kupang segera menangkap dan menahan pelaku kejahatan seksual berinisial Z (70) di Desa Pantai Beringin, Kecamatan Sumalu, Kabupaten Kupang.

Z yang merupakan pengusaha tambak garam ini melakukan kejahatan seksual terhadap Bunga (16) bukan nama sebenarnya hingga melahirkan seorang bayi.

Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan kejahatan seksual terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa dan penanganannya juga dilakukan secara khusus serta kasusnya sudah cukup bukti,

Apalagi korbannya saat ini sudah melahirkan, tidak ada alasan bagi Polres Kupang untuk berlama-lama menangani perkara ini, dimana terduga pelaku dapat diancam pidana minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun pidana penjara.

"Tidak ada tempat bagi semua pihak termasuk aparatur penegak hukum apalagi pegiat perlindungan anak dan perempuan untuk menawarkan pendekatan damai, ganti rugi apalagi mendorong korban untuk mencabut laporan," ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Ia mengatakan, Komnas Anak sebagai lembaga yang diberi tugas dan fungsi untuk memberikan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia, sesuai dengan kewenangannya meminta Dinas Sosial Kabupaten Kupang untuk memberikan pertolongan dan bantuan re-integrasi dan pemulihan sosial bagi korban.

Termasuk juga pertolongan medis dan bantuan psikologis.

Arist menilai penangangan kasus sangat lamban dan bertentangan dengan ketentuan UU RI No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Tindak Pidana Anak (SPPA) junto UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang penerapan terhadap PERPU No. 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Karena itu untuk memastikan penanganan hukum terhadap perkara ini, dalam waktu dekat Komnas Anak dan Tim Investigasi Cepat Komnas Anak  wilayah NTT dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kupang akan mengagendakan bertemu dengan Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Polres Kupang maupun korban dan keluarga.

"Untuk itu, melalui media saya minta tidak ada yang seorangpun yang bermain-main atas kejahatan seksual yang diderita anak kita," tandasnya. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News