Legislatif Partai Demokrat: Pernyataan Emil Soal Hak Interplasi Panaskan Situasi

BANDUNG,-  Anggota Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Asep Wahyu Wijaya menilai pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) yang menyebutkan rencana Hak Interplasi dewan belum pasti, salah kaprah.

Bahkan, menurut Asep, pernyataan Emil secara tidak langsung memotivasi seluruh fraksi untuk semakin solid menggunakan Hak Interplasi seusai pelantikan anggota dewan periode 2019 - 2024.

"Semestinya Emil tidak menyampaikan pernyataan yang kembali memanaskan situasi yang ada. Emil itu kan bukan Ketua Parpol apapun. Jadi, saya pastikan, dia tidak tahu sama sekali suasana kebatinan apa yang terjadi di DPRD,” ujar Asep di Bandung Jawa Barat, Senin (19/8).

Asep memastikan Hak Interplasi menjadi agenda bersama dewan baru. Salah satu kebijakan drastis Emilyang disoroti yaitu rencana revitalisasi alun - alun Jonggol senilai Rp15 miliar yang sudah disetujui Pemprov Jabar pada periode Gubernur Ahmad Heryawan, yang kemudian dialihkan ke pembenahan Setu Ciri Mekar Cibinong.

"Jadi, kalau soal interpelasi mah kan tugasnya DPRD periode depan. Insya Allah, kita akan mendapat tambahan energi yang lebih fresh. Secara pribadi ingin saya sampaikan ke Kang Emil, santai saja. Diskusi interpelasi ini belum selesai,” terangnya.

Asep menambahkan, agenda Hal Interplasi untuk meminta penjelasan program kepada Emil, didukung oleh anggota yang lain.

“Bukan hanya anggota, tadi kan saya rapat dengan para Ketua Fraksi lain juga. Ketua Fraksi Golkar, Ketua Fraksi PKS dan Ketua Fraksi PDIP pun menyampaikan hal yang senada, ‘sebaiknya RK tidak usah memanas - manasi keadaan ini’,” ujar Asep sambil menirukan pernyataan para Ketua Fraksi.

Sebelumnya, Emil menilai rencana Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menggunakan Hak Interplasi belum pasti terealisasi.

Hal tersebut diungkapkan Ridwan Kamil seusai kunjungan kerja ke Perlombaan HUT RI ?ke 74? di Kawasan Waduk Jatiluhur Desa Jatimekar Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta.

"Itu belum pasti, dibahas nanti saja," singkat Emil kepada awak media, Minggu (18/8).  (nie/*)

Tags:

Berita Terkait

Related News