Mahasiswa Kristen Karawang Sayangkan Ceramah UAS Soal Simbol Salib

KARAWANG,- Mahasiswa Kristen Karawang yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa  Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Karawang menyayangkan ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) yang sedang viral di media sosial mengenai salib yang merupakan simbol suci dari umat Kristen.

Menurut Ketua GMKI Karawang, Sepri Antoni Sitopu dalam video cuplikan ceramah UAS tersebut telah menyinggung simbol agama Kristen selama beberapa hari ini viral dan ramai dibahas di media sosial.

Selain itu kata dia, hingga saat ini UAS belum menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh ummat Kristen di Indonesia.

"Kita berharap saudara UAS menyampaikan permintaan maafnya atas pernyataannya yang menghina salib dan mengkaitkan dengan jin kafir dalam sebuah video yang viral tersebut. Karena bagi kami cuplikan video dari isi ceramah tersebut  sudah meresahkan umat Nasrani (Kristen) di berbagai daerah," kata Sepri kepada Portaljabar.net, Selasa (20/8).

Sebagai tindak lanjut dari ceramah kontroversial UAS, Pengurus Pusat GMKI telah melaporkan UAS atas ceramahnya yang melecehkan simbol agama Kristen kepada Mabes Polri.
Menurut Sepri selain diduga menghina kepercayaan dari pemeluk agama lain, ucapan ini juga dapat menjadi bibit dari tumbuhnya sikap intoleran dan kebencian kepada orang lain yang berbeda agama dan kepercayaan.

"GMKI yang secara khusus oleh Pengurus Pusat GMKI telah melaporkan saudara UAS ke Mabes Polri. Jadi kami GMKI di daerah mengapresiasi langkah Pengurus Pusat GMKI agar hal semacam ini tidak terulang kembali, karena dampaknya dapat membuat ketidak harmonisan antar umat beragama," ungkapnya.

Pihaknya menilai apa yang di ucapan UAS ini sebagai ucapan individu, dan bukan mewakili umat Islam di Indonesia yang selama ratusan tahun sudah hidup berdampingan dengan pemeluk agama lainnya.

Tentunya kata Sepri, diharapkan setiap lembaga agama, baik Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, Budha, Konghucu dan aliran kepercayaan lainnya, untuk saling melestarikan dan menjaga kerukunan serta kedamaian di tengah masyarakat yang majemuk.

"Kami meminta setiap ajaran dan pesan keagamaan yang disampaikan para pemuka agama kepada umat, haruslah dipertimbangkan dengan bijak. Jangan sampai justru menimbulkan keresahan, kebencian, dan perpecahan di tengah masyarakat," ujar dia,

Pihaknya mengingatkan pemerintah dan penegak hukum untuk bertindak adil dan tidak membiarkan tindakan intoleran dan diskriminatif terjadi di tengah masyarakat.

"Harapan kami masalah ini cepat selesai dan tidak menyebar kedaerah-daerah secara khusus karawang. Dan kami ingin tidak hanya pemerintah pusat yang berupaya untuk mengampayekan toleransi dan kerukunan umat beragama tetapi harus di ikuti juga oleh pemimpin-pemimpin di daerah. Seharusnya tidak ada lagi ruang bagi tokoh-tokoh yang selalu mengeluarkan ujaran kebencian yang mengakibatkan keresahan dan perpecahan di tengah bangsa kita," harapnya. (Uya)

Capt : Lambang GMKI (Uya/PJ)

Tags:

Berita Terkait

Related News