Baru Dilantik, Anggota DPRD Purwakarta Partai Gerindra Dituntut Mundur

PURWAKARTA,- Belum genap satu bulan dilantik, anggota DPRD Kabupaten Purwakarta berinisial FM dari Partai Gerindra sudah diminta mundur. FM diduga telah mencemarkan konstitusi DPRD dan Partai Gerindra.

Informasi yang dihimpum, Pengurus anak cabang (PAC) Partai Gerindra Purwakarta menuntut agar partai segera menonaktifkan FM anggota DPRD Purwakarta dari berbagai tugas dan fungsi.

Sedikitnya 10 PAC Partai Gerindra juga menuntut segera dilakukan sidang etik terhadap FM.

"Kami dari 10 PAC minta saudari FM segera dinonaktifkan dari keanggotaan partai karena yang bersangkutan telah merusak nama baik partai," kata perwakilan PAC Partai Gerindra Purwakarta, Efi Taufik dalam keterangannya, Selasa (20/8)

Menurut dia, sikap 10 PAC Gerindra tersebut dilatarbelakangi dengan dugaan perselingkuhan FM dengan staf DPRD Purwakarta berinisial A yang menyebar luas di masyarakat.

Bahkan, dari informasi yang berkembang, FM sempat digerebek suaminya sendiri, saat tengah berduaan di rumah kost yang ditempati pegawai ASN DPRD Purwakarta.

Penggerebekan FM dan A dilakukan suami FM, D di Jalan Kolonel Rahmat, Tegal Munjul,Purwakarta, 2 Agustus lalu.

Selain melayangkan melakukan mosi tidak.percaya dan tuntutan pemecatan terhadap FM, PAC Partai Gerindra ini juga telah melayangkan surat kepada DPP.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Purwakarta, Sri Puji Utami membenarkan mendapat surat mosi tidak percaya dan tuntunan pemecatan terhadap FM.

"Benar ada surat dan desakan dari PAC terkait kasus yang menimpa FM," kata Puji.

Menurut Puji, ia sebagai pimpinan DPC Gerindra tidak bisa menolak tuntutan para PAC tersebut. Namun masalah keputusan berada di tangan Ketua Umum Partai Gerindra.

"Saya akan sampaikan ke DPP masukan dari PAC, namun apapun keputusannya ada di tangan Ketum," tandasnya. (nie/*)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News