Mahasiswa UI Teliti Dampak Asap Pembakaran Keramik Bagi Para Pengrajin

PURWAKARTA,- Mahasiswa S2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) melakukan penelitian dampak asap pembakaran keramik atau gerabah bagi para pengrajin keramik yang ada di Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Selasa (20/8).

Salah satu mahasiswa S2 Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Astrid Salome, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan penelitian tugas akhir kampus .

Sementara untuk memeriksa kondisi kesehatan khususnya kondisi paru-paru para pengrajin dari dampak asap pembakaran keramik, pihaknya telah menyiapkan sejumlah alat khusus, antara lain seperti spirometer untuk mengukur fungsu paru-paru dan Epam untuk mengukur kadar PM 10 di udara.

"Sistem pembakaran yang dilakukan di sini (para pengrajin keramik/red) masih tradisional, seperti penggunaan kayu bakar itu kan berpotensi terhadap pencemaran udara. Nah kami ingin meneliti ada tidak resiko penggunaan bahan bakar kayu ini yang akhirnya berdampak bagi kesehatan si pekerja," kata Astrid disela berjalannya penelitian.

Astrid menjelaskan, sejauh ini pihaknya baru fokus meneliti dampak asap pembakaran keramik berbahan bakar kayu terhadap fungsi paru dan pernafasan para pengrajin atau pekerja.

"Kegiatan ini akan kami lakukan selama dua atau tiga hari kedepan. Tadi kita sudah mengambil sample dari sejumlah pengrajin. Sementara untuk hasilnya kita harus pake rumus dulu baru nanti kita tahu hasilnya," ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Sentra Keramik Plered, Mumun Maemunah mengaku sangat mengapresiasi kegiatan penelitian yang dilakukan para mahasiswa UI tersebut.

"Penelitian ini sangat membantu, melalui penelitian ini kita akan segera tau apakah berdampak buruk asap dari pembakaran keramik dengan bahan bakar ini bagi para pengrajin," kata Mumun.

Mumun menambahkan, jika hasilnya menunjukan dampak buruk bagi para pekerja atau pengrajin bahkan masyarakat sekitar maka pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak dinas kesehatan.

"Untuk sementara waktu saya akan meminta pihak dinas kesehatan untuk melakukan pemantauan kualitas kesehatan secara rutin, sebelum hasil dari penelitian dari mahasiswa kita terima," demikian Mumun. (Rhu)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News