Rana Suparman, Ikhlaskan 2 Posisi Jabatan

KUNINGAN,- Jabatan merupakan posisi strategis dalam menjalankan amanah yang diberikan. Ketika masa jabatan telah usai dan tidak kembali menjabat lagi dibutuhkan hati yang ikhlas untuk menerimanya.

Rana Suparman, telah mengikhlaskan kehilangan jabatannya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kuningan. Dan kini ia tengah bersiap melepas jabatan sebagai Ketua DPRD yang telah habis masa bhaktinya.

"Saya sangat bersyukur dan ikhlas melepas jabatan tersebut. Saya mengambil pepatah leluhu Sunda 'Tong Sieun, tong Hariwang, Salila Aya Kalangkang Nu Marengan artinya (Jangan Takut Selagi Bayangan Menyertai, red)," ungkap Rana, Kamis (22/8).

Pada saat bertahta, menurutnya, lantaran diberi kepercayaan untuk memegang kursi atau jabatan, darma apa yang telah berikan pada saat kita berkuasa. Baktinya dulu, karena hakikat semua adalah milik Allah SWT.

Menurutnya tanpa 'Darma Bhakti' tersebut jangan harap adanya estafet kepercayaan kepada generasi selanjutnya. Dirinya, bersyukur pernah merasakan menjadi Ketua DPC PDIP dan DPRD di usia 38 tahun, usia yang terbilang muda untuk jabatan tersebut.

"Kan tiap orang pasti punya pengalaman. Jadi dalam perjalanan hidup pasti punua cerita tersendiri," ucapnya.

Rana menyebut leluhur sunda telah mengklasifikasikan  prestise dharma bakti seseorang akan di bagi tiga. Pertama wong, atau manusia awam, Siwong yaitu orang yang berdarma bhakti namun masib menyisipkan hal tercela dalam kehidupan.

"Terakhir adalah wastusiwong yaitu orang yang berdarma bhakti kepada sesama dan tahu tujuannya kepada Tuhan," tandasnya.

Kemudian dalam Islam sebagai Ma'rifat. Salah satu harus Ikhlas kehilangan jabatan, sebagai manusia biasa terkadang larut, dan harus ingat kembali hakikat semua milik-Nya.

"Untuk itu, kembali jadi Ketua DPRD atau tidak, babakti ka lemah cai menjadi motivasi dalam pengabdian," ungkap Rana yang juga Ketua Pengurus Alumni GMNI Kuningan. (om)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News