Kasus Aliran Dana Haram PDAM Tirta Tarum, Polisi Fokus Pada Kerugian Negara

KARAWANG,- Kasubbag Kas PDAM Tirta Tarum Novi Farida melalui pengacaranya Supriadi membeberkan 25 nama penikmat Rp. 3,9 miliar uang haram dari PDAM ke Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Karawang, beberapa waktu lalu.

Diketahui uang haram Rp. 3,9 miliar tersebut seharusnya untuk membayar tagihan air ke Perum PJT II namun diselewengkan untuk dijadikan bancakan kepada 25 nama tersebut.

Oknum penerima uang tersebut terdiri dari beragam profesi yaitu oknum anggota DPRD Karawang, oknum Pejabat Pemda Karawang, oknum anggota polisi, oknum jaksa, oknum pengacara dan oknum anggota LSM.

Kasatreskrim Polres Karawang, AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan bahwa lembaganya tetap bersikap profesional dalam penegakan kasus ini sesuai dengan aturan yang berlaku.

Bimantoro menegaskan bahwa Polres Karawang lebih berfokus pada kerugian negara sejumlah 3,9 miliar tersebut.

"Kami fokus pada kerugian negara Rp.3,9 M yang pada awalnya merupakan alokasi untuk membayar tagihan air ke Perum PJT II," ujarnya.

Kata dia, mengenai aliran dana haram ke 25 nama diatas, akan diserahkan kepada pihak Pengadilan.

"Biarlah nanti Pengadilan yang membukanya. Kami tetap fokus pada kerugian negara," jelasnya.

Bimantoro menjanjikan jika proses hukum kasus ini telah lengkap akan dibeberkan pada awak media agar penyelesaian kasus bisa terang benderang dan dapat diketahui publik dengan segera. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News