Polda Jabar Ungkap Penggelapan Ratusan Motor Baru Ke Luar Negeri

BANDUNG,- Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mengungkap kasus penggelapan ratusan sepeda motor baru.

Direktur Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Iksantyo Bagus didampingi Kabid Humas Polda Jabar Kombes Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pihaknya melakukan penyitaan ratusan motor baru hasil penggelapan dari tangan empat tersangka di Limbangan Kabupaten Garut.

Keempat tersangka tersebut berinisial, Ar (37), Ym (44), Rd (40) dan Hr (39). Keempatnya ditetapkan tersangka kasus 481 KUH Pidana. ‎

"Para tersangka sengaja membeli, menukar, menerima gadai, menyimpan atau menyembunyikan barang yang diperoleh dari hasil kejahatan kendaraan roda dua," kata Iksantyo kepada wartawan, Minggu (25/8).

Iksantyo menjelaskan, empat orang tersebut menghimpun ratusan orang di Kabupaten Garut, Bandung, Cianjur hingga Tasikmalaya untuk mengajukan kredit motor. Setelah pengajuan disetujui, motor dikirim dan digelapkan oleh keempat tersangka.

"Keterangan dari para tersangka ke penyidik, para pemohon ini turut dibiayai oleh para tersangka saat mengajukan kredit pembiayan motor tersebut. Modusnya, pemohon diberi uang hingga Rp500 ribu secara cuma-cuma dan turut diberi uang down payment (DP)," papar Iksantyo.

Bahkan, ada beberapa pemohon tidak mengetahui bahwasannya identitas dirinya digunakan oleh keempat tersangka untuk mengajukan kredit. Pemohon tersebut mengetahuinya, saat tiba-tiba terdapat kartu tagihan atas nama dirinya.

"Tapi ada juga pemohon kredit ini yang justru tidak tahu kalau KTP-nya digunakan untuk pengajuan kredit kendaraan bermotor. Tiba-tiba mereka mendapat tagihan cicilan padahal tidak merasa mengajukan," ujar Iksantyo.

Berdasarkan hasil penyidikan pada para tersangka, Iksantyo mengungkapkan, diketahui bahwa ratusan motor yang digelapkan itu dikirim ke luar negeri via peti kemas.

"Yang sudah terkirim sekitar 200-an. Motor baru semua. Dikirim ke Vietnam dan Afrika Selatan. Yang 125 motor ini belum terkirim," tuturnya.

Atas perbuatannya sebagaimana dimaksud dalam pasal 481 KUHPidana, keempat tersangka terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara. Ratusan motor penggelapan tersebut berasal dari perusahaan pembiayaan FIF, Oto, Wom hingga Adira Finance. (nie/*)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News