Tolak Isu Diskriminasi, Sorban Papua Geruduk Kantor PBHI

BANDUNG - Sekitar 200 orang mahasiswa dan masyarakat yang menamakan diri Sorban Papua menggeruduk Kantor Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) di Jalan Batik Halus, Kota Bandung, Kamis (29/8).

Mereka kecewa karena menduga PBHI berada di balik aksi demonstrasi mahasiswa Papua di Bandung, belakangan ini. Mereka menganggap, PBHI sudah memperkeruh suasana dan menggangu kondusivitas Jabar yang selama ini terpelihara baik.

Dalam aksi tersebut, mereka membentangkan berbagai poster, di antaranya bertuliskan 'Kami Masyarakat Jabar Tetap Menjaga Keutuhan Indonesia'. Selain itu, ada pula poster bertuliskan 'Bersatulah Bangsaku Lawan Segala Bentuk Upaya Perpecahan'.

"Kami menduga, PBHI ikut memperkeruh suasana karena berada di balik aksi demo mahasiwa Papua di Bandung," ungkap koordinator lapangan Aldo di sela-sela aksi unjuk rasa tersebut.

Pihaknya menuntut PBHI tidak ikut campur tangan dan memperkeruh suasana karena hal itu dikhawatirkan mengganggu kondusivitas masyarakat Jabar, khususnya Kota Bandung.

Diketahui, sebelum bergerak ke Kantor PBHI, mereka juga berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Dalam aksinya itu, mereka menegaskan, Kota Bandung selalu terbuka dan menerima segala perbedaan.

Terbukti, kata Aldo, banyak mahasiswa, baik dari luar provinsi maupun luar Pulau Jawa yang menuntut ilmu di sejumlah perguruan tinggi di Kota Bandung. Hal tersebut, kata Aldo, menandakan bahwa Jabar, khususnya Kota Bandung, aman bagi para pendatang.

"Bandung selalu terbuka untuk siapapun. Kepada anak bangsa siapapun yang mencari ilmu khususnya," tegas Aldo.

Karena itu, dalam aksi damai ini, pihaknya juga menekankan bahwa Papua merupakan bagian utuh dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan pihaknya menolak bentuk provokasi terkait isu hak asasi manusia (HAM) dan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). (nie/*)

 

 

 

 

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News