Soal Pembangunan Wisata Halal, DPRD Kota Bandung Nilai Pemkot Langgar RTRW

BANDUNG,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung mempertanyakan, landasan hukum terkait rencana Pemerintah Kota Bandung yang akan membangun kawasan wisata halal atau muslim Friendly City di kawasan Gelap Nyawang.

Anggota DPRD kota Bandung dari fraksi PDI-P Folmer S.M Silalahi menyebutkan, rencana pembangunnan tersebut menyalahi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota Bandung, sebeb kawasan tersebut sudah sejak lama akan di jadikan kantung parkir.

"Jalan gelap nyawang sudah diperuntukan untuk kantung parkir yang mau ke sky walk Cihampelas karena rencananya nanti sky walk akan nyambung ke taman sari," kata Folmer di Gedung DPRD Kota Bandung, Selasa (10/9).

Dia juga menilai rencana tersebut kurang pas jika di bangun di kota Bandung. Karena kota Bandung merupakan kota metropolitan yang di huni oleh berbagai suku dan agama.

"Kota Bandung tidak di huni oleh kaum muslimin saja. Didalamnya ada berbagai suku dan budaya yang beragam," sebutnya.

Padahal terang dia, lebih baik Pemkot Bandung membangun fasilitas wisata seperti mempercantik trotoar dan transportasi yang memadai.

"Saya rasa kalau Pemkot Bandung kekeh ingin menjadikan tempat tersebut sebagai wisata halal, nantinya komunitas yang seperti katolik, Hindu dan lain pasti merasa terkucilkan dan terkotak-kotak," sebutnya.

Sebut dia, dalam pengembangan wisata, khususnya di Kota Bandung, tidak perlu membatasi pada satu sektor. Justru pengembangan wisata di Kota Bandung seharusnya terbuka untuk semua kalangan.

"Persoalan halal itu domainnya pemerintah pusat," pungkasnya. (ipn)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News