Direksi Dan Komisaris Dinilai Hambat Manajemen Persika Cari Sponsor

KARAWANG,- Pembubaran Persika oleh Manajer tim, Rachmat Gunadi karena dianggap ilegal oleh Direksi dan Komisaris PT Persika Singaperbangsa membuat perwakilan suporter turut menyuarakan keprihatinan.

Kekecewaan suporter semakin terasa selain karena terpuruknya prestasi juga ditambah kacau balaunya manajemen dalam mengelola Persika.

Medi salah satu perwakilan suporter Persika menerangkan bahwa Direksi dan Komisaris PT Persika Singaperbangsa telah menghambat upaya manajemen Persika dalam mencari akses sponsor tim untuk memodali kompetisi.

"Selama ini manajemen tidak diberi akses ke sponsor. Padahal Karawang ini kota industri dimana banyak peluang sponsorship dari ribuan perusahaan yang ada," jelas Medi.

Akibat akses sponsorship yang ditutup para petinggi Persika, kata Medi menjadikan keuangan Persika kian terpuruk dalam memodali kompetisi. Bahkan berbulan-bulan para pemain dan official tidak digaji karena Persika kesulitan keuangan.

Ditengah kondisi keuangan Persika yang terpuruk, Medi sangat menyayangkan pihak Direksi dan Komisaris yang menyudutkan Manajemen Tim (Rachmat Gunadi cs) bahkan sampai menuding manajemen yang ada adalah ilegal karena belum mendapat mandat dari direksi.

"Manajemen itu mundur karena dituding tidak dimandatkan direksi," ujarnya.

Kalau mau buka-bukaan kata Medi pihak Direksi selalu bicara masalah nominal terus kepada manajemen. Padahal menurut Medi pemusatan pemain dan pemilihan pemain menggunakan dana sendiri manajemen.

"Direksi bicaranya nominal terus, padahal manajemen itu menggunakan uang pribadi untuk mengelola klub. Kalau sikap Direksi begitu terus ayo kita audit bersama keuangan Persika," jelasnya.

Lebih miris lagi, imbuhnya, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana selaku Pembina Persika malah memfitnah manajemen persika bobrok secara kinerja.

"Cellica sampai menyebut manajemen Persika bobrok, padahal awal mula hancurnya Persika sejak tahun 2018 setelah masuk komisaris baru Yusuf Mansur di PT Singaperbangsa," jelasnya.

Medi memastikan pihaknya akan terus memintapertanggungjawaban, Direksi dan Komisaris PT Persika Singaperbangsa selama keberadaan Persika masih kacau balau seperti sekarang ini. (Uya)

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News