Dukung Revisi RUU KPK, Mojang Bandung Bagikan Bunga Mawar Putih

BANDUNG,- Sejumlah gadis belia membagi-bagikan bunga mawar putih kepada kendaraan yang melintas di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (10/9/2019).

Gadis-gadis semampai ini turut berpartisipasi dalam aksi mendukung Revisi Undang-undang (RUU) Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) yang dilakukan Gerakan Masyarakat Jawa Barat Anti Korupsi.

Koordinator aksi Feri Handoyo mengatakan pihaknya menyiapkan 100 bunga untuk diberikan kepada masyarakat.

"Pemberian bunga ini kita lakukan karena untuk memberi tahu masyarakat bahwa hari ini kita sedang melakukan aksi untuk mendukung Revisi UU KPK," ujar Feri di sela aksi.

Aksi mendukung RUU KPK ini dilakukan, lantaran pihaknya menilai kondisi KPK sebagai lembaga antirasuah tersebut masih lemah. Karena itu, pihaknya mendorong agar pemerintah benar-benar merealisasikan suara rakyat yang ingin adanya penguatan melalui RUU KPK.

"Kita dukung RUU KPK, dan mendorong pemerintah untuk selalu mendukung suara rakyat. Karena suara rakyat yang harusnya paling didengar. Karena kritisi dari para rakyat ini yang paling penting," katanya.

Feri berharap sejumlah aksi mendukung RUU KPK yang sejauh ini banyak dilakukan oleh berbagai elemen masyarkat dapat didengarkan oleh pemerintah.

Selain itu, pemerintah pun harus mengontrol seluruh permasalah yang terjadi di Negeri ini, termasuk mengenai RUU KPK saat ini yang mesti diperkuat.

"Aksi sekarang ini diikuti berbagai elemen dari mulai mahasiswa hingga masyarkat umum," katanya.

Pihaknya pun meminta agar semua pihak menghentikan polemik dan percaya penuh bahwa RUU KPK adalah demi rakyat. Pihaknya juga percaya bahwa Panitia Seleksi (pansel) Calon Pimpinan KPK akan bekerja untuk semua pihak guna memberantas korupsi.

Ia mengatakan Pansel KPK tidak perlu takut dengan acaman dari manapun.  Pihaknya yakin bahwa kinerja pansel KPK akan menghasilkan pemimpin KPK yang mampu memberatas korupsi di Indonesia.

"Revisi dari UU KPK, akan membuat KPK lebih kuat dan lebih baik. Tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa dengan revisi UU KPK, akan melemahkan KPK," pungkasnya. (nie/*)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News