Tolak Penutupan Gang, Warga Rela Mati

BANDUNG,- Sebuah spanduk berukuran besar terpampang di depan Gang Apandi, Jalan Braga, Kota Bandung. Spanduk tersebut merupakan bentuk protes warga RW 08 Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, lantaran gang bersejarah tersebut bakal ditutup.

Salah seorang warga setempat, Asep (51), menyatakan, sebagian besar warga Gang Apandi menolak keras terhadap rencana penutupan ini.

"Apalagi ini kan dari dulu sudah ada, dari semenjak saya belum lahir sampai sekarang usia saya sudah 51 tahun, masa sekarang mau ditutup sewenang-wenang," ujarnya, di lokasi, Selasa (10/9). 

Warga menolak keras penutupan itu, lantaran gang ini merupakan akses utama yang menghubungkan Jalan Braga dan Banceuy menuju Viaduct.

"Kasarnya mah penolakan penutupan Gang Apandi harga mati," tegasnya. 

Terlebih, terang Asep, bila terjadi banjir besar seperti di tahun 90-an, gang ini menjadi jalur evakuasi untuk masyarakat.

"Sekarang kalau  ditutup, amit-amitnya ada banjir besar lagi, mau lari kemana. Termasuk kalau terjadi kebakaran," ucapnya.

Dia menceritakan, Gang Apandi merupakan warisan cagar budaya yang sudah ada sejak zaman Belanda. Dirinya menilai, dengan pemerintah kolonial membuat akses jalan, berarti ada masyarakat yang tinggal dan menetap di sini.

"Saya rela dan siap mati untuk mempertahankan gang ini biar nggak ditutup.,Karena memang lahir dan besar disini," serunya. 

Dia menyebutkan, upaya mediasi sudah dilakukan pada dua minggu kemarin, tapi pihak pengembang bersikeras ingin menutup gang tersebut. Bahkan, dirinya menyebut, ada sejumlah ormas yang ikut membantu pihak pengembang untuk menutup.

"Kasarnya mah kita pingin analis, tapi enggak pengen anarkis," ujarnya.

Dia berharap, keluhan ini bisa didengar oleh para anggota dewan yang baru dilantik. Intinya warga tidak rela akses warga Gang Apandi ditutup, apalagi masih ada tiga rumah warga yang memiliki sertifikat hak milik. 

"Saya tinggal sama ibu saya yang sakit di rumah kontrakan saudara yang sudah punya sertifikat. Kalau ada apa-apa, masa harus pakai helikopter buat berobatnya," pungkasnya. (Pan/*)

Tags:

Berita Terkait

Related News