Satgas Penegak Perda KTR Harus Mulai Efektif

BANDUNG,- Asisten perekonomian dan Kesejahteraan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Marlan mempertanyakan kinerja Satuan Tugas (Satgas) penegakkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 13 Tahun 2017 tentang  Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Sebab, jelas Marlan, Satgas KTR harus mulai bekerja dengan efektif, lantaran pembentukkan Perda tersebut sudah dimulai sejak setahun lalu.

"Sudah lebih dari setahun Perda diberlakukan, kini saatnya Satgas KTR mulai bekerja efektif," kata Marlan di Bandung, Kamis (12/9).

Meski sudah satu tahun terbentuk, Marlan menilai, implementasi aturan tersebut masih belum berjalan efektif.

"Kita sudah bentuk Satuan Tugas Penegakkan Perda KTR yang akan menindak bagi siapa saja yang melanggar," jelasnya.

Lebih lanjut Marlan memaparkan, pada pasal 8 di Perda KTR dijelaskan soal point larangan, yakni dilarang merokok, membeli, menjual, mengiklan, mempromosikan, memproduksi juga memperagakan rokok di KTR.

"Jika melanggar dengan merokok sembarangan akan dikenakan sanksi administratif, mulai dari teguran lisan, tertulis, penghentian kegiatan (pekerjaan/usaha) sementara, penghentian kegiatan tetap, penyitaan kendaraan, dan denda administratif  minimal Rp.500 ribu hingga 50 juta rupiah," ujar dia.

Dia mengatakan, ada 8 KTR yang telah ditetapkan dalam Perda. Lima kawasan bebas asap rokok hingga batas terluar, bahkan tidak boleh menyediakan tempat khusus untuk merokok diantaranya fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, dan angkutan umum.

Sedangkan tiga kawasan bebas asap rokok tapi diperbolehkan menyediakan tempat khusus perokok yaitu tempat kerja, tempat umum (mall, hotel), dan tempat lain yang ditetapkan.

"Sudah berkali kali disosialisasikan, jadi jika terciduk satgas, jangan berkilah karena seharusnya sudah paham," tandasnya. (ipn)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News