Habibie Sosok Inspirasi Bagi Santri

MAJALENGKA,- Rasa belasungkawa datang dari berbagai pihak untuk Presiden RI ketiga, Bacharuddin Jusuf Habibie, yang meninggal dunia pada Rabu (11/9), di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta. 

BJ Habibie merupakan salah satu referensi tauladan. Sosoknya yang cerdas dan optimistis selalu menebar energi positif. 

Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa Maman Imanulhaq menilai, Habibie merupakan sosok penting dan sentral yang menentukan arah masa depan demokrasi pada saat Indonesia mengalami transisi dan suksesi kepemimpinan nasional di awal-awal masa reformasi. 

“Dia bukan hanya jenius, namun sukses membangun pondasi yang kukuh bagi demokrasi Indonesia,” ungkap Kang Maman, Kamis (12/9).

Tidak hanya itu, bagi Maman, Habibie adalah tokoh idola yang menginspirasi kalangan santri. Selain itu, Habibie ialah seorang teknokrat yang romantis dan religius. 

“Waktu saya mondok di Jombang, Jawa Timur, ada slogan santri 'Berhati Mekkah, Berotak Habibie',” kenang anggota DPR RI terpilih ini. 

Salah satu pemikiran besar yang selalu ditekankan oleh Habibie I adalah ilmu dan teknologi (IPTEK) harus diimbangi oleh iman dan takwa (IMTAK). Kemajuan teknologi tidak akan berarti tanpa dilandasi oleh pondasi peradaban moral yang tinggi.  

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi Majalengka ini, Habibie dikenal sosok religius yang taat beribadah, termasuk rajin berpuasa. Agama bagi Habibie bukan hanya baju atau identitas tapi perilaku, tindakan dan akhlak atau teladan.  

BJ Habibie merupakan salah satu tokoh yang dikagumi oleh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Presiden RI keempat. 

"Ada dua yang saya kagumi di Indonesia. Pertama Pak Quraish Shihab dalam ilmu agama. Kedua Pak Habibie dalam teknologi,” ungkap Kang Maman mengutip Gus Dur.

Kang Maman menuturkan, bahwa Habibie yang mendorong ulama tafsir terkemuka, M Quraish Shihab menuliskan tafsir monumental, yaitu Tafsir Al-Misbah. 

"Tafsir Al-Misbah diselesaikan Pak Quraish Shihab selama 3 tahun. Ini tak lepas dari jasa Pak Habibie yang telah menempatkan Pak Quraish di Mesir,” terangnya. 

“Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu teknologi, sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih bermanfaat untuk umat. Kalau saya disuruh memilih keduanya maka saya akan memilih ilmu agama,” ujar Maman mengutip cuplikan pidato BJ Habibie yang menakjubkan ketika kunjungan ke Kairo Mesir.

"Kita kehilangan tokoh bangsa yang jadi idola para santri. Tugas kita mencetak santri seperti Pak Habibie. Oleh karena itu, PKB akan terus memperjuangkan disahkannya RUU Pesantren secepatnya,” tegas Maman. (man/*) 

Tags:

Berita Terkait

Related News