Pasca Kebakaran, Pasutri Jompo Ini Tinggal Di Rumah Beratap Terpal Plastik

KARAWANG,- Pasca insiden kebakaran yang menghanguskan rumahnya, pasangan suami istri jompo Sahid (70) dan Komah (60) warga Kampung Bambu Desa Medankarya Kecamatan Tirtajaya terpaksa harus tinggal di rumah yang beratapkan terepal plastik.  

Sehari-harinya, Sahid hanya mengandalkan pendapatannya sebagai kuli serabutan, dan juga mencari rumput di sawah untuk dua ekor kambing miliknya. Sedangkan istrinya Komah, hanya membantu suaminya bekerja sawah milik orang lain.

"Semenjak musibah kebakaran yang meluluh lantahkan rumahnya tersebut, kini keduanya harus tinggal di gubuk yang beratapkan terepal plastik seadanya. Untuk membangun kembali rumahnya, kini keduanya hanya berharap kepada bantuan dari pemerintah saja, karena kondisi yang memang tidak mampu," kata tetangga pasutir tersebut, Jaha, pada PortalJabar.net, Senin (16/9).

Kepala Desa Medankarya, Nurhali, membenarkan, kedua pasutri jompo tersebut adalah warganya dan rumahnya terkena musibah kebakaran beberapa bulan yang lalu. Namun, pihak pemdes  sudah mengajukan pembangunannya melalui program Rutilahu, akan tetapi hingga saat ini belum direlisasi.

Nurhali berharap, pada pemerintah Kabupaten Karawang agar secepatnya merealisasi pembangunan rumahnya melalui program Rutilahu

"Saya selaku pemerintah desa sudah berusaha semaksimal mungkin agar rumahnya bisa kembali dibangunkan. Selain mengajukannya ke pihak pemerintah Kabupaten, kami juga sudah mencari donatur atau dermawan," kata Kades. (wins)

Tags:

Berita Terkait

Related News