Soal Pembangunan Flyover, DPRD Kota Bandung Sebut Emil Tak Tahu Aturan

BANDUNG,- Tahun ini pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun dua jalan layang di Jalan Jakarta- menuju Supratman dan Jalan Laswi-Jalan Pelajar Pejuang 45 di Kota Bandung.

Namun pembangunan kedua jalan layang tersebut tidak memenuhi prosedur yang ada. Diduga pembangunan jalan tersebut tidak melakukan kajian Analisa Mengenai Dampak Lingkungan Rekayasa Lalu Lintas (AMDAL LALIN).

Sehingga, tidak ada kajian mengenai dampak dari pembangunan tersebut, seperti kemacetan dan rekayasa lalu lintas.

Anggota DPRD Kota Bandung Folmer S.M Silalahi meyebutkan, seharusnya pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan kajian AMDALALIN sebelum pembangunan, sehingga kemacetan bisa di urai.

"Memang itu jalan, ranahnya Provinsi tapi dampaknya oleh warga Bandung," sebut Folmer.

Terang dia, jika sebelum pembangunan Pemprov Jabar sudah mengkaji AMDALALIN, maka kemacetan yang terlihat di jalan Jakarta bisa ada solusinya sampai pembangunan selesai.

"Konsultan yang melakukan kajian itu. Dan, hal itu dilakukan jauh sebelum proyek dilaksanakan,ucapnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung periode 2014-2019 ini menyebut untuk mengatasi kemacetan tidak cukup dengan rekayasa lalu lintas saja. Tetapi harus tahu pula jalan jalan alternatif yang akan dilewati,

"Sekarang sudah macet baru mau dilakukan rekayasa, ya, sudah telat," pungkasnya. (ipn)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News