MPPN Nilai Kinerja Kejari Karawang Lamban, Kenapa Ya?

KARAWANG,- Penanganan perkara dugaan korupsi oleh Kejaksaan Negeri Karawang dinilai publik penuh ketidakpastian. Pasalnya, beberapa kasus dugaan korupsi yang hingga saat ini tidak jelas arah dan perkembangannya.

Ketua Masyarakat Pemantau Penyelenggara Negara Tatang Obet mengatakan, bahwa banyak perkara korupsi di Kejari Karawang tidak jelas juntrungannya. Tatang merunut kasus korupsi yang diduga "sengaja" dibuat tidak jelas hingga kini.

"Dari kasus dugaan korupsi Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari yang melibatkan mantan anggota DPRD Karawang Jejen Afdandi, kasus dugaan korupsi Tunjangan Profesi Guru, hingga kasus korupsi mantan Kades Lemahduhur. Tiga kasus tersebut sampai saat ini perkembangannya seperti apa, tidak jelas juga," ujar Tatang, kepada Portaljabar.net, Jumat (20/9).

Kasus dugaan korupsi Wakil Bupati Karawang, terang Tatang, sudah berjalan sekitar 4 tahun di kejaksaan dan tidak kunjung ada kabar baik bagi masyarakat anti korupsi. Begitupula kasus dugaan korupsi Mantan Kades Lemahduhur yang sudah berjalan setahun lebih dan perkembangannya juga tidak jelas.

Menurut Tatang, tiga kasus tersebut hanyalah contoh saja bahwa kinerja Kejari Karawang dalam penanganan kasus korupsi sangatlah lambat. 

“Sebenarnya masih banyak kasus dugaan korupsi yang tidak kunjung selesai untuk diungkap. Sebenarnya ada apa dengan Kejari Karawang," ujarnya.

Dia menilai, bila Kejari Karawang yang saat ini dipimpin Rohayatie tidak juga mampu menangani berbagai tunggakan kasus dugaan korupsi lebih baik mundur dan menyerahkan kepada yang lebih mampu dan berani. Selain menimbulkan ketidakpastian, lambatnya kinerja Kejari Karawang ini semakin memperkuat persepsi publik bahwa kejaksaan masih dianggap tidak mampu menyelesaikan perkara korupsi yang kian mewabah.

"Kalau kinerjanya terus-terusan begini, jangan harap ada kepercayaan publik pada kejaksaan. Masyarakat akan berpersepsi percuma buat laporan di kejaksaan, soalnya lama diprosesnya dan belum tentu bisa dimajukan ke pengadilan," tandasnya. (uya/*)

Tags:

Berita Terkait

Related News