Pemkot Sukabumi Batasi Izin Minimarket

SUKABUMI,- Pemerintah Kota Sukabumi tak lagi memberikan izin kepada siapapun yang akan mendirikan minimarket. Hal ini dikarenakan jumlahnya yang sudah mencapai kuota.

“Adanya pembatasan izin  mendirikan atau membuka minimarket ini guna memberikan kesempatan dan peluang kepada pelaku usaha kecil seperti warung dan toko kelontong dalam mengembangkan usahanya,” terang Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, di Sukabumi, Jumat (20/9).

Meski begitu, dirinya menegaskan, bukan berarti pemerintah memutus sama sekali kerja sama dengan pengelola minimarket. Pelaku usaha, diterangkan dia, bakal menjadi konsultan bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Kota Sukabumi.

“Kami terus menjalin kerja sama dengan para pengusaha dan pengelola minimarket hingga supermarket, namun bentuknya seperti memberikan pelatihan dan membantu dalam pemasaran,” cetusnya. 

Minimarket, disampaikan dia, diharuskan untuk menyediakan stan bagi para pelaku UKM mempromosikan dan menjual produk mereka. Dan, tiap produk UKM yang masuk ke minimarket tidak dikenakan biaya apapun seperti sewa stan atau menyimpan sejumlah uang untuk jaminan agar produk UKM dijajakan di ritel modern itu. 

“Dengan demikian, diharapkan penghasilan pelaku UKM terus meningkat,” ucapnya. 

Andri mengungkap, saat ini Kota Sukabumi telah mempunyai S-Mart guna menampung seluruh produk UKM lokal. Bahkan, dirinya menyebut, terdapat 40 produk yang dijual atau dipasarkan di minimarket dan warga mengelolanya dengan membentuk koperasi.

Pemkot, ditegaskan dirinya, terus berupaya membantu seluruh pelaku UKM agar bisa tetap berproduksi. Pemerintah akan membantu pemasaran, asalkan produk tersebut dikemas menarik dan memiliki kualitas. (*)

Tags:

Berita Terkait

Related News