Video Promo Baitul Burhan Sulut Emosi Warga

KARAWANG,- Promosi Pondok Pesantren Baitul Burhan pimpinan KH Shofwan Abdulgani, yang beralamat di Dusun Jarakah, Desa Lemahduhur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, melalui video yang diunggah di Youtube, menyulut emosi sejumlah warga. 

Pasalnya, dalam video promo tersebut terdapat konten yang diduga menjelekkan kehidupan warga Dusun Jarakah sebelum berdirinya Ponpes. Dalam penggalan video yang diunggah pada 29 Juli 2019, terdapat narasi yang dianggap menyudutkan kehidupan warga sekitar. 

Narasi yang dimaksud berbunyi “Semangat dakwahnya (KH Shofwan Abdulgani) semakin berkobar, apalagi melihat kondisi masyarakat yang jauh dari nilai-nilai keislaman saat itu. Banyaknya praktik-praktik khurafat, anak-anak muda jauh dari masjid dan tidak pernah terdengar ada pengajian.”

Salah seorang tokoh di Dusun Jarakah, H Dudi Mulyadi, menyatakan, tidak terima atas tudingan dalam video promo tersebut, karena tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

"Saya tidak bisa terima karena menurut saya isi dalam video tersebut sangat tidak baik, karena menyudutkan tokoh agama setempat. Dimana dalam video menyinggung sekitar tahun sekian tidak ada pengajian di sekitar pesantren," ujar Dudi, kepada Portaljabar.net, Jumat (20/9).

Padahal, kata Dudi, jauh sebelum adanya Ponpes Baitul Burhan, di Dusun Jarakah sudah terbentuk Majelis Talim Tarbiyatul Mutaalim.

“Ini kan gak benar seolah-olah warga Dusun Jarakah sebelum adanya Ponpes Baitul Burhan tidak ada pengajian. Padahal sejak tahun 80-an sudah berdiri MT Tarbiyatul Mutaalim jauh sebelum Ponpes yang berdiri tahun 1999," ujarnya.

Dudi sangat menyayangkan niatan KH Shofwan Abdulgani membuat video promo agar masyarakat mengetahui keberadaan Ponpes, namun malah menuding sesuatu yang jelek kepada warga sekitar. 

"Saya sebenarnya bangga adanya Ponpes di Jarakah, tapi kalau bikin video promo yang baik dan benar lah, jangan malah menjelekkan warga setempat," serunya.

Bahkan, Dudi mengaku risih dengan penyebutan gelar kiai haji bagi Shofwan Abdulgani karena dirasa selama ini yang bersangkutan belum pernah menunaikan ibadah haji. 

“Belum pernah jadi haji kok berani menyematkan KH, saya khawatir ini malah jadi riya,” sahutnya.

Terakhir, Dudi menuntut kepada KH Shofwan Abdulgani agar meminta maaf kepada para tokoh Jarakah dan meminta dihapusnya video promo itu.

Di waktu yang berlainan, KH Shofwan Abdulgani menanggapi santai kritik dari salah satu tokoh Jarakah. Menurutnya, selama ini para tokoh setempat seringkali kontra dengannya dalam berbagai hal. 

“Memang dari awal sebagian gegeden (tokoh) Dusun Jarakah tidak respon ke pesantren,” tukas Shofwan.

Bahkan, dikatakan dirinya, sampai sekarang warga Jarakah yang mengaji ke pondok pesantren orangnya hanya itu-itu saja, dan tidak ada satupun santri dari warga sekitar. Shofwan meyakini, bahwa tidak kondusifnya lingkungan dengan Ponpes karena selama ini para tokoh sekitar lebih mendahulukan hasud dan benci saat berhadapan dengannya. 

"Susah kalau sudah didahului hasud dan benci, tapi insya Allah tidak semua kontra," tandasnya. (uya/*)

Tags:

Berita Terkait

Related News