Padi Organik Lebih Diminati Pasar

BANDUNG,- Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI Suandi menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Bandung harus bisa meningkatkan ptoduksi padi organik.

Menurutnya, dari 104 hektar lahan padi organik di Desa Bumiwangi Kabupaten Bandung harus bisa lebih ditingkatkan lagi.

"Di Bumiwangi ini padi organik baik merah maupun putih, harganya Rp 20-22 ribu dengan produktivitas 7 ton per ha, artinya kondisinya bagus. Pola tanam ramah lingkungan, berkelanjutan dan menguntungkan petani, ini dapat direplikasi di tempat lain," katanya, Senin (23/9).

Menurut Suandi, pasar untuk jenis usaha padi organik sudah bagus karena mengintegrasikan sapi dengan padi.

"Dengan rasio kotoran 3 ekor sapi untuk 1 ha sawah, dan panen jerami 1 ha untuk pakan 3 ekor sapi per tahun, jadi polanya sustain (berkelanjutan). Selain sapi bisa juga dengan domba atau ayam. Kami juga mengajak beberapa pelaku usaha dan eksportir, bisa masuk pasar dan super market,” terang Suandi.

Ia mengatakan, limbah jerami yang tidak terpakai pun dapat dikembalikan ke tanah, sehingga cacing, belut atau mikroba dapat tumbuh dan menyuburkan tanah.

"Tahun lalu Jabar mengekspor beras organik sebanyak 3.500 ton antara lain ke Eropa, Amerika Serikat, Malaysia dan secara rutin ke Singapura. Semua yang diekspor sudah bersertifikat," pungkasnya. (ipn)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News