Disnakertrans Targetkan Tekan Angka Pengangguran Di Jabar

BANDUNG,- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jabar terus berupaya untuk menekan angka pengangguran di Jawa Barat. Selama kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil, Disnakertrans Jabar menargetkan penurunan angka pengangguran sebanyak 1%.

Tim Akselerasi Jabar Juara (TAJJ) Bidang Ketenagakerjaan, Hemasari Darmabumi mengatakan saat ini ada sekitar 48 juta penduduk Jawa Barat.

Sebanyak 23,83 juta diantaranya merupakan usia kerja atau angkatan kerja sedangkan pengangguran ada 1,84 juta, atau sekitar 8,3% dari jumlah penduduk usia kerja di Jawa Barat.

"Target kami menurunkan angka pengangguran menjadi sekitar 7,2 persen, selama satu periode kepemimpinan gubernur. Tentu kalau secara jumlah, penurunan angka pengangguran ini sangat banyak," kata Hema usai kegiatan Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Jumat (4/10).

Menurut Hema, beberapa hambatan menurunkan angka pengangguran diantaranya tingginya jumlah penduduk usia kerja atau disebut bonus demografi. Namun kata dia, bonus demografi bisa menguntungkan jika lapangan kerja mencukupi.

"Tetapi bisa menjadi tantangan, lantaran angkatan kerja yang berlebihan hingga puncaknya diprediksi terjadi pada 2020. Penduduk usia anak-anak dan pensiun itu sedikit, tapi yang usia kerja banyak," kata Hema.

Hema mengatakan, tahun 2018 hingga 2019, angkatan kerja di Jabar bertambah sebesar 1,2 juta orang. Pada 2020 nanti, imbuhnya, angkatan kerja berpotensi menyentuh angka 27 juta orang, dari awalnya 23,83 juta orang di 2019.

Hambatan lainnya, ujar dia, yakni belum terciptanya Flexibility Industrial Shifting atau pekerja yang fleksibel, bisa bekerja lintas industri.

"Contohnya, industri manufaktur, garmen, dan tekstil Jawa Barat kolaps, kita siapkan industri otomotif atau elektronik, nah pekerjanya sudah siap belum untuk berpindah sektor ?, ini menjadi tantangan juga" kata Hema.

Hema menegaskan, perlu ada formulasi jitu untuk menemukan solusi bagi sederet persoalan diatas. Sehingga, bonus demografi bisa menjadi keuntungan, angka pengangguran bisa ditekan, dan pekerja Jawa Barat memilki daya saing.

"Mari kita duduk bersama dengan berbagai stake holder guna menemukan solusi menciptakan Disnakertrans Jawa Barat juara," tandasnya. (nie/*)

Tags:

Berita Terkait

Related News