Direksi PT Global Trijaya Merasa Dirugikan Oleh Pemberitaan Media Daring

KARAWANG,- Pemberitaan di salah satu media daring lokal yang dianggap merusak citra Kejari Karawang, ternyata berdampak luas. Selain merusak citra Kejari Karawang khususnya Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah, pihak pemborong dan Pemkab Karawang, dalam hal ini yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa, terbawa imbas negatif.

Dalam berita tersebut, pemborong atas nama Indra Singh, Direktur PT Global Trijaya, menuding TP4D Kejari Karawang melakukan pemerasan padanya senilai ratusan juta rupiah. Selain itu, Indra dalam berita tersebut juga menuding perusahaannya dibatalkan kemenangannya oleh Pemkab Karawang karena adanya intervensi dari TP4D.

Dalam konferensi pers yang digelar di aula Kejari Karawang, terungkap fakta sebenarnya bahwa Indra Singh tidak pernah mengeluarkan statement yang mendiskreditkan Kejari Karawang (TP4D). 

“Saya tidak pernah dimintakan statement oleh media online tersebut, terkait beritanya seperti apa saya juga gak paham,” ucap Indra, Selasa (8/10).

Indra juga menerangkan, dirinya telah mengikuti tender pengadaan barang dan jasa di RSUD Karawang, dan dinyatakan sebagai pemenang tender. Namun karena sesuatu hal tender yang dimenangkannya dibatalkan oleh forum rapat teknis yang dihadiri oleh pihak kepolisian, inspektorat, Dinas Kesehatan, konsultan pengawas, dan dirinya sendiri. 

“Jadi tidak benar tender yang dimenangkan oleh perusahaan kami dibatalkan karena adanya intervensi TP4D. Yang benar adalah kemenangan kami dibatalkan karena berbagai sebab dan itupun diputuskan oleh forum rapat yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait,” jelasnya.

Asep Agustian alias Askun, kuasa hukum Indra, menegaskan, akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan media daring tersebut ke pihak kepolisian dan Dewan Pers. 

“Karena nama klien saya telah dicatut tanpa izin oleh media online tersebut saya pastikan masalah ini akan berlanjut dengan pelaporan ke pihak kepolisian. Selain itu media tersebut akan saya laporkan ke Dewan Pers terkait produk beritanya dan izin-izinnya,” ujarnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Karawang Rohayatie mengaku sangat geram dengan adanya pemberitaan yang isinya telah mencoreng Kejari terutama TP4D tersebut. 

“Berita ini telah mencoreng kami terutama TP4D Karawang,” ucapnya.

Rohayatie memastikan semua tudingan dalam berita tersebut tidak benar dan hanyalah fitnah yang dibuat-buat oleh pengelola media daring tersebut.

“Saya pastikan TP4D tidak pernah meminta sesuatu kepada Indra Singh, jangankan meminta-minta ke Indra Singh saya juga baru ketemu dengan dia,” tandasnya. (uya/*)

Tags:

Berita Terkait

Related News