Ratusan Balita Di Sukatani Mengalami Stunting

PURWAKARTA,- Ratusan balita di wilayah Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta mengalami gagal tumbuh atau stunting. Hal ini disampaikan Kepala Puskesmas Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Erna Siti Nurjanah, Selasa (15/10).

"Ada 858 balita mengalami stunting di Kecamatan Sukatani," ungkap Erna. 

Dia menyebut, jumlah tersebut berdasarkan Hasil Penimbangan Balita Tahun 2018, sementara data terupdate belum keluar dan masih divalidasi.

Sejauh ini, pihaknya melakukan pemantauan pertumbuhan terhadap balita mengalami stunting agar tumbuh kembang mereka membaik. Penanganan pencegahan pun dilakukan melalui sosialisasi atau penyuluhan terhadap masyarakat. Sehingga diharapkan kasus stunting tidak kembali terulang.

"Kita kerja sama dengan lintas sektor untuk penanganan stunting dan sanitasi di masyarakat," ucap Erna.

Lebih lanjut, dia mengatakan, penanganan stunting tidak hanya menjadi tugas dari dinas kesehatan saja, melainkan perlu adanya dukungan dari masyarakat terutama calon ibu harus sadar akan asupan gizi dari awal hamil.

Karena terjadinya stunting terhadap bayi tidak tiba-tiba melainkan melalui proses panjang ketika masih di dalam kandungan, dan juga dipengaruhi banyak hal salah satunya adalah kurang asupan gizi.

"Maka ketika ibu hamil sampai anak berusia dua tahun, asupan gizi harus baik," ujar dia.

Untuk itu, pihaknya memberikan edukasi pada perempuan, sebab calon ibu untuk selalu menjaga kesehatan diri sendiri dengan menerapkan pola makan yang sehat. Dengan itu, saat hamil nantinya kandungannya bisa sehat, sehingga anak yang dilahirkan juga sehat.

"Saat hamil, ibu juga diberi motivasi untuk merawat dirinya. Kebersihan lingkungan termasuk. Makanya mencegah stunting bisa dari awal. Jadi, kami lakukan pembenahan, pencegahan, memberi motivasi, seluruh jajaran dikerahkan," kata dia. (rhu/*)

Tags:

Berita Terkait

Related News