Wajibkan Siswa Ikut Renang, Wali Murid SDN Dayeuhluhur I Diteror Guru

KARAWANG,- Dunia pendidikan di Karawang semakin hari menjadi. Komersialisasi pendidikan yang seolah-olah sekolah adalah ladang untuk berbisnis oleh oknum pendidik.

Salah satunya terjadi di SDN Dayeuhluhur I Kecamatan Tempuran. Sekolah tersebut mewajibkan kegiatan renang berbiaya Rp. 100 ribu per orang. Bila siswa tak ikut, maka oknum guru meneror wali murid kelas 1 dan 2 untuk ikut dalam kegiatan tersebut.

"Wali murid kalau gak ikut mendampingi anaknya yang sekolah di kelas 1 dan 2 dalam kegiatan renang diancam pihak sekolah anaknya tidak akan mendapat nilai," ucap Tatang Obet salah satu wali murid SDN Dayeuhluhur I kepada Portaljabar.net, Kamis (17/11).

Selain itu menurut Tatang, untuk murid kelas 1 sampai kelas 2 masih perlu bimbingan wali murid sedangkan di kampung kebanyakan wali murid adalah buruh tani.

"Dengan adanya kegiatan renang untuk kelas 1 dan 2 jadi menggangu kerja wali murid," ujarnya.

Kata Tatang seharusnya guru-guru di kampung seperti di SDN Dayeuhluhur I harus melihat kehidupan masyarakat kampung.

"Tujuannya baik tapi harus banyak mempertimbangan kehidupan orang kampung," ujarnya.

Lanjutnya, pihak komite sekolah juga diam dan tidak berkutik dengan tindak-tanduk para pendidik di SDN Dayeuhluhur I yang mengkomersialisasi pendidikan.

"Harusnya Komite Sekolah jangan diam, harus bisa mengawasi kinerja guru lah," ujarnya.

Kepala Sekolah SDN Dayeuhluhur I, Madkarya mengatakan bahwa dikutsertakannya kelas 1 dan 2 dalam kegiatan renang di Kecamatan Purwasari karena keinginan wali murid.

"Karena wali murid kelas 1 dan 2 sudah sepakat ya silahkan saja. Masing-masing wali murid bayar Rp. 100 ribu," ucap Madkarya.

Menurut Madkarya, kegiatan renang ini merupakan agenda yang telah direncanakan setelah kegiatan UTS sebagai sarana hiburan bagi para murid pasca ujian.

Kata salah satu guru bernama Mahmud sifat kegiatan renang ini tidak wajib sehingga tidak berpengaruh terhadap nilai murid di sekolah.

"Kegiatan renang ini tidak diwajibkan, sehingga bohong kalau gak renang gak dapat nilai," ujar Mahmud.

Tujuan dari kegiatan renang ini kata Mahmud, selain untuk hiburan juga untuk melatih psikomotorik dan sosialisasi murid.

"Kegiatan renang itu bagus untuk psikomotorik dan sosialnya. Tujuannya agar anak-anak bisa berbaur dengan sesama saat renang," tandasnya. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News