Mau Jadi TKI Ke Luar Negeri, Kadisnakertrans Imbau Warga Karawang Ikuti Jalur Resmi

KARAWANG,- Ingin mendapat penghidupan yang lebih layak, banyak masyarakat Kabupaten Karawang yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Namun, tak sedikit TKI  yang tersandung permasalahan di luar negeri.

Terkait hal itu, Kepala Disnakertrans Karawang Ahmad Suroto mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran bekerja di luar negeri dengan iming-iming gaji besar.

Masyarakat juga harus waspada agar tidak terjebak dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

"Warga karawang yang mau bekerja ke luar negeri agar mengikuti prosedural yang berlaku melalui LTSA (Layanan Terpadu Satu Atap) Disnakertras (Karawang)," imbau Suroto, Kamis (17/10).

Menurutnya, TKI yang menemui masalah di luar negeri, khususnya warga Karawang, agar segera melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat.

Pemkab Karawang sendiri, terus berupaya agar dua warga Karawang, Rustia dan Septiani Al Mukaromah, yang menjadi korban TPPO di Irak bisa kembali ke tanah air dengan selamat.

Menurutnya, sejak 2015 lalu Pemkab Karawang sebenarnya sudah melakukan moratorium untuk melarang TKI berangkat ke Timur Tengah. Namun, hingga kini ada saja TKI yang berangkat tanpa melapor ke Disnakertrans Karawang atau ilegal.

"Saat ini saja ada sekitar 3.000 TKI asal Karawang yang bekerja di Timur Tengah, dan paling banyak di Arab Saudi," pungkasnya. (wins)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News