Tak Ikut Turun Ke Jalan, MCM Unikom Pilih Jalur Diskusi

BANDUNG,- Ditengah gegap gempita aksi mahasiswa di depan gedung DPRD, sekelompok anak muda ini memilih cara yang berbeda untuk menyampaikan aspirasi.

Para mahasiswa dari beberapa kampus di Bandung seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Unikom, BEM UIN SGD dan juga Sapma Pemuda Pancasila memilih ruang- ruang diskusi.

Tak ada teriakan riuh, guncangan pagar, caci maki, lemparan batu dan bentrokan fisik dengan aparat. Semua berlangsung damai, santun dan elegan.

"Kami dari organisasi kampus khususnya Unikom memamg tidak lagi terlibat dalam aksi turun ke jalan baik di daerah atau di pusat," kata Ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM), Mohamad Ariandi dalam Diskusi Publik bertema Peran Pemuda dan Mahasiswa Dalam Menyikapi RUU Pasca Aksi Yang Kontroversial di Kampus Unikom Jalan Dipati Ukur Bandung, Kamis (17/10).

Ia menilai aksi mahasiswa saat ini sudah tak memiliki karakter dan tak punya esensi. Menurutnya, aksi mahasiswa saat ini juga mudah disusupi kelompok yang memiliki muatan politis dan kepentingan tertentu.

"Kami melihat aksi mahasiswa saat ini seringkali berakhir anarki. Kok mahasiswa jadi mudah tersulut emosi, padahal kita ini kaum intelektual," ujarnya.

Karenanya, kata dia, MPM menyikap isu-isu saat ini dengan unsur kelegislatifan. Ia mengingatkan, jangan sampai mahasiswa mudah tergiring opini.

"Kami menyikapi isu-isu yang berkembang dengan memperkuat argumentasi dan narasi. Karena untuk melawan parlemen negara kita harus punya argumen, sehingga tuntutan kita memiliki esensi," bebernya.

Saat ini, kata dia, pihaknya telah mempersiapkan materi untuk mengkritisi permasalahan yang ada di republik ini. Karena, kata dia, perjuangan yang memiliki nafas panjang harus memiliki kajian-kajian yang panjang.

Ariandi mengakui, saat ini ada perpecahan dalam perjuangan mahasiswa.

"Awalnya, MCM Unikom sempat turun ke jalan untuk namun saat ini MCM Unikom menarik diri dari Bandung Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bandung Raya dan tak lagi terlibat aksi-aksi mahasiswa saat ini. Bila ada mahasiswa Unikom yang turun ke jalan, itu bukan tanggungjawab kami," tandasnya. (nie/*)

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News