Emil: Tantangan Citarum Harum Adalah Lahan Kritis

JAKARTA,- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memaparkan progres Program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum atau Citarum Harum, dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Dua Tahun Penanganan DAS Citarum, di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis (17/10). 

Menurut Emil, sapaan akrab Gubernur, Citarum Harum mengalami banyak kemajuan setelah dua tahun berjalan. Mulai dari penanganan limbah industri, pemantauan kualitas air, sampai penanganan sampah di DAS Citarum. 

“Selama dua tahun, progres perbaikan sudah mencapai angka sekira 30 persen dari target. Di akhir 2023 progres harus sudah mendekati target (100 persen),” tukas Emil. 

Emil menerangkan, salah satu tantangan Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum adalah lahan kritis atau lahan tidak produktif. Menurutnya, ada sekira 60.000 hektare lahan kritis di luar kawasan hutan. 

"Permasalahan mendasar ternyata ada di lahan kritis karena masih 60 ribu hektare yang belum tertangani saking luasnya. Kita butuh 24 juta pohon untuk ditanam. Semoga itu terselesaikan dengan kolaboratif," beber Emil. 

Dalam rapat koordinasi dan evaluasi tersebut, Emil mengusulkan agar pencairan bantuan dana sebesar 100 juta dollar Amerika atau kurang lebih Rp1,4 triliun dari Bank Dunia dipercepat guna menyelesaikan persoalan sampah Sungai Citarum.

Emil berharap, rapat koordinasi seperti ini rutin digelar karena persoalan DAS Citarum sangat kompleks. Koordinasi semacam ini dibutuhkan agar soliditas seluruh pihak yang terlibat dalam program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, tetap terjaga. 

"Masalah Citarum sangat kompleks, kalau jarang rapat akan banyak miskomunikasi. Jadi, kita rutinkan dan tiap akhir tahun kita lapor ke presiden," pungkasnya. (*)

Tags:

Berita Terkait

Related News