Ancaman HIV/AIDS, Tahun 2030 Pemprov Jabar Targetkan Getting To Zero

BANDUNG,- Provinsi Jawa Barat pada tahun 2030 menargetkan penduduknya terbebas dari ancaman penyakit HIV/AIDS dengan label Getting to Zero. Pada tahun ini, Pemprov Jawa Barat tengah memulai percepatan cakupan dan sasaran pengendalian HIV/AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti menuturkan, untuk mencapai Getting to Zero maka ada beberapa syarat yang harus dilakukan.

Pertama, kata dia, tidak adanya kasus baru. Kedua, tidak adanya diskriminasi kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA), dan ketiga tidak ada angka kematian yang berkaitan dengan HIV/AIDS.

"Target yang sudah diformulakan yaitu 90-90-90. Artinya 90 persen penderita yang terpapat HIV mengetahui status HIV/AIDS-nya, 90 persen penderita harus on Antiretrorival (ARV) dan 90 persen lainnya ada dampak supresi terhadap penyakitnya," ujar Berli di Koffie Tijd, Jalan Citarum No 30 Bandung, Senin (21/10).

Menurut Berli, data dari tahun 2016, jumlah estimasi ODHA di Jawa Barat mencapai 66.965 orang. Kota Bandung sendiri merupakan wilayah yang jumlah ODHA-nya paling tinggi, yaitu 9.486 orang.

Berli mengatakan, tingginya angka jumlah ODHA di Kota Bandung dimungkinkan dipicu karena beberapa hal. Sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung dijadikan tempat interaksi berbagai kelompok atau komunitas.

"Dengan kondisi seperti itu, tentu memiliki risiko terbesar terpapar HIV/AIDS," ucap dia.

Berli mengungkapkan, hingga Juni 2019, data kasus HIV di Jawa Barat mencapai 40.276 kasus. Sedangkan untuk kasus AIDS mencapai 10.370 kasus.

Dengan merujuk data tersebut, Berli mengimbau agar seluruh masyarakat dan juga instansi terkait harus benar-benar waspada. KPA dan Dinkes Provinsi Jawa Barat juga harus serius mengahadapi dan menangani kasus tersebut.

"Jika dilihat dari tahun 2006 hingga 2019, angka kasus HIV/AIDS di Jawa Barat trennya mengalami peningkatan. Tahun 2006 hanya 787 kasus. Tertinggi di tahun 2017 dengan 5.816 kasus. Angka ini bahkan 8 kali lipat dari tahun 2006," kata dia.

Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi tes HIV.

Di tahun 2018, tes HIV mencapai 379.522 tes. Hingga Juni 2019, tes HIV angkanya justru baru mencapai 232.476 tes. Dari tes dan penjangkauan kasus pada 2019, ditemukan fenomena yang justru mencengangkan.

"Ada beberapa daerah yang jumlah angka HIV positifnya tinggi, tapi yang on ARV sedikit. Ini yang harus diwaspadai. Tapi untuk secara keseluruhan, angka positif HIV jumlahnya 2791 orang dan yang on ARV 2181 orang. Totalnya 82 persen," kata dia.

Kendati demikian, Berli optomistis jika Pemprov Jabar mampu mencapai 90 persen target di tahun ini. Karena jumlah angka tes akan terus meningkat. Hal ini juga karena adanya jaminan dari Kementerian Kesehatan.

"Apalagi kan, keberhasilan pengendalian HIV menjadi salah satu indikator keberhasilan kepala daerah. Makanya kami optimistis bisa tercapai 90 persen tahun ini," tandasnya. (nie/*)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News