Hingga November 2019, Pulau Jawa Masih Rawan Pergerakan Tanah

BANDUNG,- Kepala Bidang Mitigasi dan Gerakan Tanah PVMBG, Agus B mengatakan bahwa Indonesia masih berpotensi terjadi peristiwa pergerakan tanah hingga November 2019.

Menurut dia, pergerakan tanah disebabkan oleh beberapa faktor seperti hujan, faktor perubahan lahan, respon bumi saat hujan jatuh menjadi pemicu terjadinya pergerakan tanah tersebut.

"Pola ini merupakan pola yang berulang, khususnya di Pulau Jawa," tuturnya.

Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah yang pasti dalam menghadapi potensi ancaman bencana tersebut melalui peningkatan kapasitas dan pengetahuan masyarakat.

"Contohnya kita harus tahu lokasi rentan, tahu ancaman, tahu antisipasi, susun database. Jika ada retakan yang mengawali pergerakan tanah, maka harus membuat rambu. Jadi pahami, pantau dan lapor," tandasnya. (nie/*)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News