Yayasan Buddha Tzu Chi Terus Berikan Sumbangsih Bagi Kota Bandung

BANDUNG,- Berkiprah sejak 15 tahun lalu, Yayasan Buddha Tzu Chi yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan, terus memberikan sumbangsih bagi warga Kota Bandung.

Di tahun yang ke-15 ini, Yayasan Buddha Tzu Chi pun mensyukuri segala hasil usaha yang dilakukan dengan meresmikan Aula Jing Si sebagai pusat aktivitas yayasan ini di Kota Bandung, Minggu (3/11). Aula ini terletak di Jalan Jenderal Sudirman No 628, dan diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung Oded M Danial.

“Mang Oded mengucapkan selamat kepada Yayasan Buddha Tzu Chi atas peresmian Gedung ini. Mudah-mudahan aula ini menjadi sarana untuk semakin memancarkan kebaikan ke seluruh penjuru Kota Bandung,” tutur Oded.

Aula itu menjadi bagian dari Gedung Tzu Chi Bandunng seluas 3.100 meter dengan jumlah lima lantai. Gedung itu akan diperuntukkan bagi seluruh aktivitas relawan Tzu Chi, baik di bidang amal, kesehatan, pendidikan, maupun kemanusiaan (humanis).

Telah banyak hal yang dilakukan yayasan ini untuk Kota Bandung, diantaranya adalah memberikan bantuan pembangunan 28 rutilahu di kawasan Jamika. Selain itu, ada pula jembatan untuk warga Tasikmalaya yang menghubungkan dua desa sehingga anak-anak sekolah bisa menyeberang sungai dengan aman.

Tzu Chi juga banyak memberikan pertolongan kepada para korban bencana alam di Indonesia, baik tsunami Banten dan Lampung hingga bencana di Aceh dan Palu. Hal ini membuat Oded memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya.

“Kami Pemkot Bandung mengapresiasi peresmian Aula Jing Si hari ini. Semoga yayasan ini akan terus berupaya membangun kolaborasi dan kerja sama dengan Pemkot Bandung,” tutur Oded.

Sementara itu, Ketua Yayasan Tzu Chi Kota Bandung Djonny Andhela menuturkan, Yayazan Tzu Chi telah ada di Indonesia sejak tahun 1993. Sedangkan, aktivitas Tzu Chi di cabang Kota Bandung telah berlangsung 15 tahun. Selama dua puluh enam tahun berturut-turut, yayasan ini terus menebarkan kebaikan bagi sesama.

“Kami ingin mengusung cinta kasih universal tanpa membedakan ras suku bangsa. Moto kami adalah bersyukur, menghormati, dan mengasihi kehidupan," serunya. (*)

Tags:

Berita Terkait

Related News