Ortu Anak Korban Pencabulan Kecewa Dengan Pelayanan Unit PPA Polres Cimahi

CIMAHI,- Pelaporan tindak pidana pencabulan atau pelecehan seksual yang dilakukan oleh Imas Setiawati pada tanggal 19 Agustus 2019 yang menimpa anaknya sebut saja Melati (16) warga Perum Banyu Herang RT 04/ RW 10 M.3 Jl  Sukaratu Desa Sukaratu Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut dinilai banyak keganjilan.

Melati sendiri merupakan korban pencabulan yang dilakukan oleh pacarnya GH (17) warga Perumahan Permana blok E6 No. 07 RT 05/RW 06 Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi.

Menurut Imas, kejadian tindak pidana pencabulan berawal ketika korban masih menjadi pelajar dan berdomisili di daerah Cimahi Selatan sebelum dipindahkan sekolahnya ke Garut.

"Korban dijemput oleh GH dari Cibogo Cimahi Selatan untuk diajak ke rumah GH di Perumahan Permana blok E6 No.07 Citeureup Cimahi Utara dengan alasan bertemu keluarganya. SAetelah bertemu dengan ibu kandung GH, situasi dan kondisi di rumah GH yang menjadikan adanya kesempatan untuk melakukan pencabulan terhadap korban dengan di iming-imingi bahwa GH akan bertanggungjawab dan seakan dipaksa serta dihipnotis akhirnya korban pun dicabuli," ucap Imas dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (5/11).

Setelah kejadian pencabulan tersebut, Imas melakukan pelaporan ke Unit PPA Polres Cimahi.

Setelah itu Melati didampingi petugas dari kepolisian Polres Cimahi melakukan visum et repertum di RSUD Cibabat pada tanggal 20 Agustus 2019 di Poliklinik Kebidanan ditangani oleh dr. Glen Marion Mose SpOG, dan hasilnya menyimpulkan dari Genitalia Eksterna ditemukan Hymen tampak robekan pada selaput dara arah jam 8 hingga mencapai dasar.

Imas mengaku menunggu dengan harap-harap cemas hasil visum yang disampaikan oleh petugas RSUD Cibabat karena informasinya hasi visum dapat diambil oleh pihak penyidik paling lambat 7 hari kerja setelah visum. "Akan tetapi yang membuat kecewa Imas adalah setelah hampir satu bulan penuh belum ada kabar dari pihak penyidik atau kepolisian Polres Cimahi Unit PPA yang menangani kasus pelaporannya dibawah pimpinan Kanit Iptu Mugiono," ucapnya.

Akhirnya dengan inisiatif sendiri didampingi oleh wartawan, pada tanggal 23 September 2019 Imas mencoba mendatangi RSUD Cibabat untuk mencoba menanyakan apakah hasil visum anaknya sudah diambil atau belum oleh pihak penyidik.

Shock bercampur kecewa ketika Imas mendengar penjelasan salah satu petugas RSUD Cibabat yang menyebutkan bahwa hasil visum sudah selesai sebelum 7 hari kerja. Akan tetapi hampir 1 bulan belum juga diambil oleh pihak penyidik dari unit PPA Polres Cimahi.

Di hari yang sama dan jam yang berbeda setelah dari RSUD Cibabat Imas pun bergegas menuju Polres Cimahi untuk menanyakan kelanjutan proses pelaporannya.

Namun Imas justru disuguhkan dengan jawaban Kanit PPA Iptu Mugiono yang mengatakan tanpa  alasan yang mendasar bahwa hasil visum sudah dipegang olehnya dan hasilnya tidak ada sesuatu hal pun atau negatif sesuai dengan apa yang menjadi delik aduan Imas.

Padahal Imas sebelumnya sudah mendapat informasi yang jelas jauh berbeda dari petugas RSUD Cibabat.

Ketika dikonfirmasi baik secara langsung ataupun melalui WhatsApp Iptu Mugiono tidak mau memberikan alasan yang mendasar atas informasi  yang disampaikannya ke ibu kandung korban.

Ketika Imas mencoba bertanya perihal tersebut, Iptu Mugiono malah meminta Imas untuk memberikan bukti rekaman jika Imas sudah ke RSUD Cibabat. Namun Imas memilih memegang rekaman demi rekaman yang dia dapatkan dari berbagai pihak dan tidak memberikan kepada Iptu Mugiono.

Berdasarkan sejumlah informasi dari berbagai pihak patut diduga sikap Iptu Magiono yang tidak profesional tersebut karena pelaku (GH) mempunyai kakak kandung yang bertugas di Mabes Polri (Densus 88).

Akibat dugaan intervensi dari kakak kandung pelaku, mediasi kekeluargaan yang dimintakan oleh pihak keluarga pelaku tidak kunjung direalisasi dan ada kabar seakan keluarga pelaku sengaja mengulur-ulur waktu dan diduga bakal bersembunyi dibalik kakak kandung pelaku yang bertugas di densus 88 Mabes Polri. (Uya)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News