Jago Ngoceh, Burung Langka Ini Jadi Buruan Masyarakat

BANDUNG,-  Burung Isap Madu terkenal lantaran sebagai burung ocehan yang suara kicauannya jadi incaran pecinta burung. Hanya saja, burung Isap-madu Indonesia tergolong jenis burung yang dilindungi sehingga tidak boleh ditangkap dan dipelihara.

Hal ini disebabkan karena perannya di alam liar sama seperti dengan jenis burung madu yang membantu penyerbukan alami bibit tanaman

Kurator Bandung Zoo, Panji Ahmad Fauzan mengungkapkan burung Isap-madu Indonesia merupakan salah satu jenis burung ocehan yang berasal dari keluarga Meliphagidae yang area persebarannya hanya terdapat di Indonesia.

Meski begitu, area persebarannya tergolong cukup luas yang meliputi area Bali, Lombok, Sangeang, Komodo, Sumbawa, Flores, Alor, Sumba, Savu, Rote, Ndao, Lembata, Semau, Timor, dan Pantai Ngongap.

Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti terkait jumlah sub-spesiesnya yang ada di Indonesia.

"Mirisnya, penggemar burung ocehan masih banyak yang memelihara burung isap madu. Bahkan, mereka pun sering menggelar lomba suara satwa yang berukuran kecil tersebut. Padahal burung Isap Madu merupakan jenis burung yang dilindungi," kata Fauzan dalam diskusi bertemakan 'Selamatkan Burung Isap Madu dan Pohon Saninten', di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo), yang diinisiasi Kelompok Kerja Wartawan Gedung Sate ini dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan dan Satwa Nasional 2019.

Menurutnya pemerintah telah menetapkan burung tersebut sebagai hewan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. Bahkan, ada sanksi tegas terhadap para pelanggarnya, baik pidana maupun denda.

Dia menyayangkan karena kini burung tersebut masih banyak diperjualbelikan di pasaran. Menurut dia, hal ini terjadi karena masih ada yang beranggapan bahwa populasi burung tersebut masih banyak.

Padahal, imbuhnya, suatu hewan dikategorikan dilindungi bukan hanya karena populasinya yang sedikit, tetapi karena peranannya yang sangat penting dalam menjaga ekosistem alam.

"Sehingga inilah pertimbangan utama kenapa burung isap madu masuk sebagai hewan yang dilindungi," katanya.

Dia menjelaskan, burung isap madu memiliki paruh yang panjang untuk menghisap nektar. Ini menjadi media yang baik dalam penyebaran pohon berbunga di hutan tropis.

Oleh karena itu, dia khawatir keberadaan burung ini akan terancam sehingga berdampak terhadap kondisi hutan yang semakin kritis.

"Karena ketiadaan tanaman baru sebagai pengganti tanaman lama," katanya

Lebih lanjut, ia menambahkan tahun 2017 lalu tim peneliti Pusat Penelitian Biologi - LIPI mengadopsi nama Ibu Negara Iriana Widodo untuk menamakan spesies baru burung Isap Madu asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Species burung Isap Madu itu bernama Myzomela irianawidodoae sp.nov dan masuk dalam famili Meliphagidae sebagai burung yang dilindungi menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan PP Nomor 7 Tahun 1999.

"Kita patut berbangga karena burung langka ini asli endemik Indonesia," tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Barat, Sanggara Yudha, mengatakan, setiap orang harus memiliki kepedulian terhadap hewan terutama yang dilindungi.

Menurutnya, terdapat beberapa ciri bentuk kepedulian kita terhadap satwa, yakni diberi kebebasan, rasa aman, dan bisa berkembang biak. Dia membenarkan masih banyak masyarakat yang memelihara burung isap madu.

Namun, menurut dia kecintaan tersebut belum diiringi dengan cara pelestariannya. Oleh karena itu, dia mengimbau agar masyarakat tidak mengambil burung tersebut dari alam liarnya.

"Jangan mengambil, menangkap, berburu dari alam. Konsepnya bisa dengan penangkaran. Pengembangnbiakan secara terkontrol sehingga memudahkan dalam proses pendataan burung tersebut," tandasnya.

Sekretaris Kelompok Kerja Wartawan Gedung Sate Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya menggelar diskusi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap populasi burung tersebut.

Apalagi kata dia, saat ini kondisi alam semakin rusak dengan semakin derasnya laju pembangunan.

"Dalam memperingati Hari Cinta Puspa dan Tanaman Nasional ini kami ingin menggugah masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, termasuk hewan-hewan yang berfungsi terhadap keseimbangan alam," pungkas dia. (nie/*)

 

 

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News