Pemkab Purwakarta Siapkan Daerah Dataran Tinggi Untuk Centra Kebun Manggis Dan Holtikultura

PURWAKARTA,- Sebagian wilayah di Kabupaten Purwakarta, merupakan daerah dataran tinggi atau pegunungan. Seperti di Kecamatan Wanayasa dan Kiarapedes. Selama ini, masyarakat di wilayah bagian selatan itu, banyak diantaranya mengandalkan penghasilan dari berkebun.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengaku, pihaknya tak ingin menyia-nyiakan peluang tersebut. Pasalnya, di wilayah bersuhu dingin ini terdapat beberapa kecamatan yang memiliki potensi alam untuk dikembangkan sebagai perkebunan. Sehingga, hal tersebut bisa turut membantu perekonomian warganya.

“Kami melihat wilayah ini memiliki potensi alam cukup melimpah yang bisa dikembangkan. Selain pengembangan manggis, cengkeh dan teh, wilayah ini juga cocok untuk perkebunan holtikultura. Misalnya jenis cabai dan sayuran lainnya,” ujar Anne.

Anne menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas lima hektare di sekitar Kecamatan Kiarapedes. Lahan tersebut rencananya akan disulap menjadi lokasi agrowisata berbagai produk unggulan perkebunan khas wilayah tersebut. Salah satunya perkebunan manggis.

Karena, Anne menuturkan, pihaknya melihat potensi lain yang bisa dikembangkan di sektor perkebunan ini. Tentunya, dari sisi ekonomi yang tujuannya untuk peningkatan kesejahteraan warga sekitar.

“Buah manggis dan sayuran, jangan hanya dilihat dari sisi produk perkebunan saja. Karena dari sisi pariwisatanya pun kami melihat potensi lain yang bisa dikembangkan,” jelas dia.

Rencananya, kata dia, di lahan lima hektare tersebut, 1,6 hektare diantaranya untuk sentra perkebunan manggis dan holtikultura. Jadi, kedepan di lokasi ini ada zona-zona tertentu, misalnya zona khusus perkebunan manggis, cabai dan jenis sayuran lainnya.

“Sisanya, nanti untuk lokasi edukasi. Misalnya, nanti ada lokasi khusus informasi mengenai tanaman. Tak menutup kemungkinan, kedepan ada lokasi penelitian tanaman di lokasi tersebut,” cetus dia.

Menurut Anne, dengan adanya lahan khusus sentra produksi perkebunan khas ini, bisa sekaligus menjadi peluang jajarannya untuk pengembangan sektor pariwisata. Output-nya, bisa saja kedepan akan didorong supaya ada wisata ‘Kebun Manggis dan Sayuran Petik sendiri. Tujuannya, tak lain untuk menarik wisatawan.

“Jadi, selain sentra perkebunan, kawasan ini juga bisa sekaligus jadi lokasi agrowisata dan sarana edukasi,” tambah dia.

Pihaknya mencontoh beberapa kawasan perkebunan yang telah berjalan untuk agrowisata itu. Misalnya, di Kota Malang ada perkebunan apel. Di sana ada sentra produksi sendiri, petik sendiri bahkan ada edukasi juga untuk mendorong UMKM. (ADV) 

Tags:

Berita Terkait

Related News