Kuasa Hukum: Tak Ada Hubungannya Penembakan Dengan Proyek Pemda

MAJALENGKA,- Tim kuasa hukum Irfan Nur Alam meluruskan pemberitaan yang simpang siur dan viral di masyarakat, terkait peristiwa penembakan yang diduga melibatkan anak kedua bupati Majalengka itu. 

Kriswinanto, salah seorang kuasa hukum Irfan, menerangkan, apa yang terjadi pada Minggu (11/11) dini hari, bukan sebuah kesengajaan namun murni kecelakaan, mengingat saat itu kliennya tengah berlibur ke Bandung.

"Bahwa kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan kebijakan, perijinan maupun proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten  Majalengka," cetus Kriswinanto, di sebuah rumah makan, Rabu (13/11). 

Dia mengutarakan, kejadian tersebut murni masalah hutang piutang atau janji imbal jasa  perusahaan PT Laskar Makmur Sadaya dengan Panji Pamungkasandi, terkait proses pengurusan rekomendasi ijin Pertamina untuk pembuatan SPBU, dan tidak ada hubungannya dengan hutang piutang kliennya.

"Bahwa masalah hutang piutang dimaksud tidak benar jika dihubungkan dengan  pembangunan proyek SPBU apalagi proyek Pemkab. Hal tersebut sesuai dengan surat perjanjian bernomor O1/SP/PEJ/I/2019 tentang pengurusan perijinan SPBU baru atas nama PT Laskar Makmur Sadaya, Desa Palabuan, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, yang direkturnya ialah Danil Rezal Prilian, bukan klien kami. Ini pun hanya dipinjam perusahaannya oleh HW melalui AS," ungkapnya.

Salah seorang kuasa hukum lainnya, Dorian Lubis, menambahkan, bila senjata api yang dimiliki Irfan memiliki izin kepolisian, dan diperuntukkan bela diri, bukan senjata yang dimiliki oleh Perbakin. 

“Untuk memperoleh senjata yang dimaksud harus melalui prosedur yang benar, mulai dari mendaftar dan menjalankan tes, sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan,” paparnya. 

Di kesempatan itu, dia menekankan, jika Irfan tak mengetahui kedatangan Panji ke kediamannya. Apalagi, kliennya tengah berada di Bandung, dan mendapat kabar dari saudaranya. 

"Kemudian klien kami tak ingin ada keributan di rumahnya. Kemudian rombongan bergeser ke lokasi tempat kantor PT Laskar Makmur Sadaya berada. Bahwa terkait adanya peledakan senjata, karena saat klien kami datang ke lokasi terjadi keributan. Dan, klien kami melakukan hal tersebut agar tidak terjadi keributan yang lebih besar,” terang dia. 

Di tempat terpisah, Wakapolres Majalengka Kompol Hidayatullah mengaku, kepolisian telah menaikkan status peristiwa penembakan di Ruko Sakura, dari penyelidikan ke penyidikan.

"Kami telah meminta keterangan dari sembilan orang saksi,” pungkasnya. (man/*)

Tags:

Berita Terkait

Related News