Pernah Jadi Sasaran Bom, Ojek Online Dilarang Masuk Mako Polres Cirebon Kota

CIREBON,- Pasca terjadinya bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Polres Cirebon Kota perketat penjagaan sesuai SOP yang selama ini dijalankan.

Diketahui Polres Cirebon Kota, pernah terjadi ledakan bom bunuh diri di Masjid  Adz-Dzikra pada Jumat 15 April tahun 2011 silam yang mengakibatkan 25 orang terluka termasuk Kapolresta Cirebon.

Oleh karena itu kini Jajaran Polres memperketat penjagaan sesuai SOP yang berlaku.

"Kita antisipasi kejadian di Polrestabes Medan, jangan sampai insiden di Polres Kota Cirebon pada tahun 2011 silam kembali terjadi. Kita perketat penjagaan di area Polres," kata  Kapolres Kota Cirebon AKBP Roland Ronaldy melalui Kasat Reskrim AKP Deny Sunjaya, Kamis (14/11).

Seperti yang diketahui, insiden bom bunuh diri di Polrestabes Medan kemarin, pelaku menggunakan jaket ojek online berwarna hijau. Untuk antisipasi hal itu, pihaknya akan memperketat pengiriman menggunakan jasa ojek online.

"Bila ada pengiriman berupa barang dari pengemudi ojek online dilakukan pemeriksaan terlebih dulu, dan disimpan di depan pos penjagaan nanti ada yang ambil, "katanya.

Insiden yang terjadi di Polrestabes medan, tentunya ini menyangkut jaringan, oleh karena itu pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap jaringan-jaringan radikal di Kota Cirebon.

"Kami masih melakukan pemantauan terhadap jaringan-jaringan radikal di Kota Cirebon, tentunya kita tidak lepas dari koordinasi dengan Densus 88 anti teror," ujarnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat, jika menemukan seseorang yang mencurigakan, diharapkan segera melaporkan ke petugas atau ketingkat RT dan RW agar bisa terpantau.

"Jika menemukan orang yang mencurigakan, atau tertutup, jarang bergaul dan bersosialisasi, segera laporkan ke Bhabinkamtibmas atau ke Polsek terdekat," tegasnya. (abr)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News