Legislator Kota Bandung Nilai PIPPK Banyak Program Titipan Oded

BANDUNG,- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bandung mempertanyakan kenaikan anggaran untuk Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK) untuk tahun 2020.

Hal ini disebabkan lantaran poin poin yang diajukan Wali Kota Bandung tidak ada untuk pemberdayaan masyarakat.

Anggota Banggar Kota Bandung Aan Andi meyebutkan, PIPPK ini harusnya bisa meyentuh inovasi dari masyarakat. Tapi sejauh ini, banyak program titipan Wali kota Bandung.

"Saya tidak menolak mau naik berapa pun tapi, jangan ada program titipan Wali kota Bandung," kata Aan saat dijumpai di ruang Fraksi Demokrat, Kamis (14/11).

Ia menyebut, salah satu program titipan Wali Kota Bandung yang dibebankan kepada anggaran PIPPK ialan program Kang Pisman. Alokasi anggaran untuk kang Pisan sendiri mencapai Rp 100 juta.

"Kalau dihitung-hitung dari anggaran Rp 100 hingga Rp 125 juta ini tidak ada untuk pemberdayaan masyarakat, habis oleh program titipan," terang Aan.

Selain mempertanyakan banyaknya program titipan Wali Kota Bandung, dia juga menilai Oded tidak mengkaji dulu soal menaikan anggaran PIPPK ini saat kampaye dulu.

"Harusnya Oded mengkaji dulu, sumber anggarannya dari mana, APBD kota Bandung sanggup tidak, saat ini saja pendapatan pajak saja belum bisa di tingkatkan,"ujarnya.

Sehingga, terangnya, ia menilai wajar jika Forum RW saat ini kecewa dengan kejadian ini. Lantaran Oded tidak bisa merealisasikan janji kampayenya.

"Ya memang janji itu hutang, jadi harus di tagih," pungkas anggota Lomisi A DPRD kota Bandung ini. (ipn)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News