Emil Klaim Pembangunan Kolam Renang Sesuai Kebutuhan

BANDUNG,- Pembangunan kolam renang di Gedung Pakuan yang merupakan rumah dinas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) memicu kontroversi.

Pembangunan kolam renang selebar 4 meter dengan panjang 29 meter dan kedalaman 1,25 meter ini menelan anggaran hingga Rp. 1,5 miliar.

Menanggapi hal tersebut Emil mengungkapkan bahwa semua pembangunan di Jawa Barat dikerjakan secara proporsional. Semua, kata dia, ada dimensinya seperti untuk kemiskinan atau sosial termasuk renovasi Gedung Pakuan.

"Perlu diketahui, Gedung Pakuan itu bangunan tua yang umurnya sudah 200 tahun. Ukurannya besar sekali mencapai 2,3 hektar," kata Emil ini usai rapat paripurna di Gedung DPRD Jawa Barat Jalan Diponegoro Bandung, Jumat (15/11).

Menurut Emil, gubernur terdahulu telah membangun masjid yang dimanfaatkan oleh warga sekitar. Kemudian, kata dia, gubernur sebelumnya juga telah membangun fasilitas olahraga seperti lapangan basket dan tenis juga arena fitnes.

"Saya hanya melakukan penambahan fasilitas olahraga yaitu kolam renang dan ini tidak menghambur-hamburkan uang negara karena ini sesuai kebutuhan," ujarnya.

Emil menambahkan bahwa dirinya menderita cedera lutut dan dokter menyarankan agar tidak berolahraga lari atau olahraga motorik impact.

"Jadi disarankan rutin tiap hari berenang saja," ujarnya,

Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jawa Barat Iip Hidajat mengungkapkan pembangunan kolam renang itu masuk ke dalam proyek revitalisasi Gedung Pakuan.


"Kalau Gedung Pakuan (anggarannya) sekitar Rp 4 miliar," kata Iip.


Dia menjelaskan di Gedung Pakuan ada beberapa proyek pembangunan yakni renovasi taman inner court sisi barat, untuk membuat taman aktif yaitu taman yang bisa dipakai untuk aktivitas outdoor.

"Tadinya berupa kolam ikan besar dan beberapa gundukan taman rumput," jelas dia.

Selain itu, kata Iip, renovasi taman belakang agar bisa menjadi taman aktif yang bisa digunakan juga untuk acara-acara outdoor yang semula berupa taman pasif.

"Ketiga, pembangunan gazebo untuk mengganti gazebo yang ada dan telah rusak, menjadi lebih besar sedikit supaya bisa untuk diskusi outdoor. Urgensinya adalah ketika ada agenda bersamaan tempatnya bisa menggunakan out door juga disamping untuk menghemat listrik dan AC," tandasnya. (nie/*)

 

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News