Retribusi Parkir Meleset Jauh, Pemkot Dinilai Inkonsisten

BANDUNG - Pemerintah kota (Pemkot) Bandung kembali tidak bisa merealisasikan pendapatan dari parkir. Tahun ini Pemkot menargetkan Retribusi parkir sebesar Rp 72 miliar, namun hingga kini baru mencapai Rp 8 Miliar.

Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, Uung Tanuwidjaja meyebutkan, Target tidak tercapai karena beberapa faktor, bisa teknis atau non teknis. Padahal terang dia, melihat hasil kajian sebelumnya, begitu banyak yang dijanjikan melalui hasil kajian, namun ternyata hasilnya meleset.

"Hasil kajiannya, seharusnya 70 persen dari target yang dicanangkan bisa tercapai," kata Uung, di Gedung DPRD Kota Bandung, Jumat (15/11).

Jika hasil retribusi parkir setiap tahunnya selalu tidak tercapai. Seharusnya terang Uung, Pemkot Bandung melakukan komunikasi dengan Dewan untuk membahas target yang mungkin bisa tercapi.

"Kita sama-sama bahas, apakah kita akan menggeser target di tahun berikutnya atau bagaimana. Karena saya yakin hasil kajian tidak mungkin dibuat asal-asalan," terangnya.

Tidak tercapainya retribusi parkir ini lantaran belum berfungsi maksimalnya mesin parkir, lantaran pengoprasian mesin parkir di kota Bandung masih stagnan.

Bahkan, dia menyebut, jika biaya pemeliharaan lebih tinggi dibandingkan pendapatan yang dihasilkan oleh mesin parkir. 

"Saya kira terlalu terburu-buru mesin parkir seperti ini. Seharusnya disesuaikan dahulu dengan kemampuan kita mengoperasikannya," ucapnya. (Pan)

Tags:

Berita Terkait

Related News