Ketua Gapoktan Dan Kepala UPTD Pertanian Di Karawang Bakal Dipolisikan

KARAWANG- Upaya menggelapkan  benih bantuan Pemerintah Masa Tanam 2019 yang dilakukan Ketua Gapoktan Desa Lemahduhur, AM ternyata berbuntut panjang. Pasalnya Ketua LSM MPPN (Masyarakat Pemantau Penyelengara Negara), Tatang Suryadi bakal melaporkan yang bersangkutan ke polisi berdasarkan surat pernyataan AM yang mengakui kesalahannya.

Kata Tatang dalam surat pernyataan AM yang saat ini sudah didapatkannya, terungkap bahwa AM mengakui semua perbuatannya sebagaimana diberitakan oleh media ini beberapa waktu sebelumnya.

"Dalam bukti surat pernyataan yang saya pegang, AM mengaku salah telah berupaya menggelapkan benih bantuan pemerintah dan memohon maaf disertai janji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. Atas dasar tersebut saya berencana melaporkan AM ke polisi dalam waktu dekat," ujar Tatang kepada Portaljabar.net, Senin (18/11).

AM yang juga masih berkerabat dengan mantan pejabat di Sekretariat Negara ini kata Tatang telah secara nyata mengakui perbuatannya dalam upaya mengkorupsi benih bantuan pemerintah yang dibiayai dari uang rakyat. "Dengan surat pernyataan tersebut sama saja AM mengaku telah berupaya menggelapkan benih bantuan. Artinya niat jahat yang dilakukannya diakui olehnya sendiri melalui pernyataan tertulis," ujarnya.

Selain bakal melaporkan AM ke polisi, Tatang juga dipastikan akan melaporkan  juga Kepala UPTD Tempuran berinisial YD yang ikut menjadi saksi di surat pernyataan tersebut.

"YD selaku Kepala UPTD ikut menyaksikan pernyataan AM yang mengaku telah melakukan kejahatan, berarti sama saja YD ikut mendukung kejahatan tersebut. Karena itu saya berpendapat kejahatan yang diduga dilakukan AM adalah kejahatan kolektif yang tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya dukungan dari pihak-pihak terkait, sehingga sangat wajar YD akan saya laporkan ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujarnya.

Selain YD, kata Tatang diduga akan ikut terlibat di kasus ini beberapa orang saksi lain dalam surat pernyataan tersebut. "Tinggal bagaimana saksi-saksi lain tersebut dapat kooperatif dalam memperjelas kasus ini jika ingin selamat dalam kasus ini," jelasnya.

Sebelumnya, media ini memberitakan adanya upaya dari AM menggelapkan benih bantuan pemerintah sebanyak 7,6 ton benih berupa gabah dari PT SHS (Sang Hyang Sri). Modusnya adalah benih di dalam karung yang dilabeli PT SHS dibongkar dan diganti dengan karung biasa untuk mengelabui masyarakat. Kejadian ini diduga terjadi di pabrik pengeringan gabah bantuan dari Menteri BUMN Rini Soemarno.

Kebetulan ada saksi mata berinisial DM yang melihat kejadian tersebut, dan melaporkan masalah ini ke portaljabar.net. Setelah informasi ini diuji, akhirnya portaljabar.net menemukan petunjuk-petunjuk kejahatan ini dan menuangkannya dalam pemberitaan yang dimuat beberapa waktu lalu. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News